Viral Julukan Guci Wisata Seribu Tiket, Bupati Ischak: Hal Lumrah
January 13, 2026 06:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menanggapi munculnya julukan Guci Wisata Seribu Tiket di media sosial.

Bupati Ischak menyebut, Guci Wisata Seribu Tiket merupakan image atau gambaran yang tercipta di masyarakat karena pemberlakuan tiket berlapis di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Guci. 

"Ini karena masuk ke kawasan membayar, saat ingin menikmati wahana di kawasan DTW Guci, bayar lagi."

"Hal itu karena wahana di kawasan Guci dikelola masing-masing perusahaan (swasta). Jadi wajar ketika ada pemberlakuan tiket lagi," jelas Bupati Ischak kepada Tribunjateng.com, Selasa (13/1/2026). 

Baca juga: Warga Minta Gratis Masuk Pancuran 13 Guci Tegal, Bupati Ischak: Segera Kami Follow Up

• Belajar Sains Lewat Dongeng, Cara Baru Tingkatkan Literasi Murid SD di Tegal

Diterangkan Bupati Ischak, dengan sistem tiket berlapis memunculkan julukan Guci Wisata Seribu Tiket, bahkan sudah sejak beberapa tahun lalu. 

Ketika berwisata ke DTW Guci, ada biaya (retribusi) tiket masuk. 

Kemudian berendam di Pemandian Air Panas Pancuran 13 yang awalnya gratis, sekarang berbayar. 

Menurut Bupati Ischak adalah lumrah (wajar) ketika masyarakat komplain dan memberi julukan Guci Wisata Seribu Tiket. 

"Tapi kami (Pemkab Tegal) juga punya wahana yang gratis bisa dinikmati pengunjung yaitu Pancuran 5 dan pemandian air panas tertutup," ujar Bupati Ischak. 

Warga Minta Gratis Masuk Pancuran 13

Aspirasi yang dimaksud itu, warga minta agar Pancuran 13 Guci Tegal bisa digratiskan untuk umum. Artinya, tidak ada tiket masuk ke Pancuran 13.

Diklaim Bupati, pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat permohonan audiensi dengan Kementerian Kehutanan. 

"Kami akan follow up dan bersurat ke Kementerian Kehutanan untuk audiensi menyampaikan aspirasi warga yang menginginkan Pancuran 13 Guci itu gratis."

"Sebetulnya, bukan kapasitas kami (Pemkab Tegal) menentukan bayar atau gratis. Tapi harapan tersebut akan tetap kami sampaikan," ungkap Bupati Ischak, Selasa (13/1/2026). 

Baca juga: Bantuan Kemanusiaan Masyarakat Kabupaten Tegal untuk Aceh dan Sumatera Terkumpul Rp1,5 Miliar

• Manfaatkan AI, Guru di Tegal Kembangkan Media Pembelajaran Inovatif

Bupati Ischak menyebut, terkait pengelolaan Pancuran 13 Guci yang sudah ada kerja sama dengan pihak ketiga itu sudah di luar kapasitas Pemkab Tegal. 

Pancuran 13 Guci Tegal saat ini dikelola oleh pihak ketiga (satu PT) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. 

"Tapi keputusan tetap ada di Kementerian Kehutanan. Kami sifatnya menyampaikan harapan mengenai Pancuran 13 Guci bisa gratis lagi seperti dulu," tegas Bupati Ischak.

Bupati Ischak tidak menampik, kondisi Pancuran 13 Guci saat ini secara infrastruktur lebih bagus dibandingkan sebelumnya, karena ada pemasukan, sehingga ada anggaran untuk perbaikan rutin. 

Namun Bupati Ischak juga masih menerima masukan agar Pancuran 13 gratis seperti dulu lagi. 

"Dulu Pancuran 13 Guci gratis, tapi memang lima atau enam tahun terakhir berbayar dan ini yang dikeluhkan," kata Bupati Ischak. 

Bupati Ischak menambahkan, saat ini ikon wisata Guci yakni Pemandian Air Panas Pancuran 13 sudah mulai buka kembali untuk umum sejak Minggu (11/1/2026). 

"Pancuran 13 Guci sudah normal kembali beroperasi seperti biasa pasca banjir bandang beberapa waktu lalu," jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.