Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jefferson da Silva menjadi pemain asing rekrutan baru Persebaya Surabaya.
Di era Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, Jefferson da Silva memiliki posisi utama sebagai bek sayap kiri.
Lalu bagaimana nasib Dejan Tumbas yang menempati di posisi bek sayap kiri?
Bernardo Tavares mengatakan, tidak menutup kemungkinan Dejan Tumbas akan dikembalikan ke posisi utamanya, penyerang.
Dejan Tumbas merupakan pemain serba bisa. Ia didatangkan sebagai penyerang.
Namun pemain asal Serbia itu justru dimainkan di banyak posisi lain.
Mulai penyerang sayap, gelandang serang, bek tengah, dan bek sayap kiri yang ia sering mainkan di beberapa laga terakhir Persebaya.
"Bisa jadi (Dejan Tumbas dikembalikan ke depan)," kata Bernardo Tavares pada awak media termasuk Tribun Jatim Network, Selasa (13/1/2026).
"Tapi, Jefferson juga bisa bermain sebagai bek kiri, bisa bermain sebagai bek tengah kiri, bisa bermain sebagai penyerang sayap kiri," tambahnya.
Dinamisnya posisi Jeffersen, membuat Dejan Tumbas juga berpeluang tetap dimainkan sebagai bek sayap kiri.
Apalagi Dejan Tumbas sejauh ini tampil disiplin di posisi tersebut meski bukan posisi utamanya.
Baca juga: Bernardo Tavares akan Gelar Uji Coba untuk Mengenal Lebih Dekat Potensi Pemain Persebaya
"Jadi mari kita lihat. Karena Dejan bisa bermain di mana saja, cukup beri dia kesempatan selama sebulan agar dia bisa bermain (di posisi tersebut). Jadi, mari kita lihat apa yang akan terjadi," kata Bernardo Tavares.
Bernardo Tavares ingin melihat dulu perkembangan pemain, apalagi ia baru bersama tim.
Ia baru tiba di Surabaya pada 4 Januari 2026 lalu.
Baru tiba, pelatih berusia 45 tahun itu langsung dihadapkan pada laga debut berat menghadapi Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (10/1/2026).
Beruntung laga itu berakhir manis dengan kemenangan Bajul Ijo 2-1.
Baca juga: Trio Bruno-Malik-Gali Jadi Senjata Baru Persebaya Era Bernardo Tavares
Sebagai upaya mengenal karakter semua pemain, Bernardo Tavares berencana menggelar uji tanding selama jeda kompetisi.
Harapannya, laga pertama putaran kedua Super League 2025/2026 saat menyambangi kandang PSIM Yogyakarta pada 25 Januari 2026 mendatang, tim sudah mendapatkan komposisi terbaik.
"Kami perlu bekerja keras karena beberapa pemain baru bergabung. Jadi kami perlu lebih mengenal karakteristik para pemain yang kami miliki," kata Bernardo Tavares.
"Beberapa pemain juga belum bermain, kami perlu melihat mereka. Kami perlu melihat semua orang dalam tim," pungkasnya.