Drama Maut di Kayuringin: Suami Siri Akui Cekik, Tenggak Racun, Hingga Jarah Harta Terapis Spa
January 13, 2026 07:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tabir gelap kematian SM (23), seorang terapis spa asal Cianjur yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Bekasi Selatan, akhirnya tersingkap sepenuhnya.

Ahmad Riansah (29), sang suami siri, tertangkap di persembunyiannya di Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu (11/1/2026) malam.

Di hadapan penyidik, Ahmad membongkar rentetan horor yang berawal dari rasa sakit hati hingga niat "mati bersama" yang gagal.

Prahara dari Balik Layar Ponsel

Pertikaian pasangan ini bermula dari hal sepele yang membesar menjadi amarah tak terkendali.

Ahmad mengaku sempat meminta SM pulang lebih awal dari tempat kerja karena ia sedang sakit.

Namun, permintaan itu ditolak korban karena kekhawatiran akan pemecatan.

Puncak emosi Ahmad meledak keesokan paginya, Kamis (8/1/2026).

Kecemburuan buta menjadi pemicu setelah Ahmad diduga menyadap percakapan WhatsApp korban.

Ia menuding istrinya masih menjalin komunikasi dengan tamu di tempat kerjanya.

Baca juga: Detik-detik Penangkapan Suami Siri Bunuh Terapis Spa Cantik di Bekasi, Cekik Korban Usai Cekcok

"Pagi-pagi, sekitar jam delapan atau setengah sembilan, langsung saya pitting (cekik)," ujar Ahmad dalam pengakuannya yang terekam video penangkapan, Selasa (13/1).

Ritual Penyesalan yang Gagal

Sisi gelap drama ini berlanjut setelah nadi SM berhenti berdenyut.

Ahmad mengaku sempat "menemani" jasad istri sirinya selama setengah jam sebelum memutuskan keluar kamar untuk meminum minuman keras demi meredam frustrasi.

Bukannya melarikan diri, Ahmad justru sempat kembali ke kamar kos dengan membawa cairan pembersih lantai.

"Niatnya pengin mati bareng-bareng, Pak. Saya minum segelas kecil, tapi setengah jam kemudian malah muntah-muntah," tuturnya.

Kegagalan aksi bunuh diri itu kemudian mengubah arah tindakannya dari keputusasaan menjadi pelarian diri.

Harta yang Dijarah

Sebelum menghilang dari lokasi kejadian, Ahmad tidak pergi dengan tangan hampa.

Ia diduga menguras harta milik korban.

Selain membawa pakaian, Ahmad mentransfer saldo rekening milik SM sebesar Rp2,5 juta ke rekening pribadinya dan membawa uang tunai Rp300 ribu milik korban.

Kini, pelarian Ahmad telah berakhir di tangan polisi.

Sosok yang sempat bersembunyi di kediamannya di Cikulur itu harus menghadapi konsekuensi hukum atas tindakan brutalnya.

Penyelidikan kini beralih pada konstruksi pasal pembunuhan berencana, mengingat adanya tindakan menyadap komunikasi hingga penguasaan harta milik korban pasca-kejadian.

Kisah cinta yang berpindah-pindah karena terganjal restu orang tua ini berakhir tragis di sebuah kamar kos sempit, menyisakan duka mendalam bagi keluarga SM di Cianjur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.