TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memiliki Bank Sperma ternak, yang menjadi satu dari dua fasilitas serupa di Jawa Timur. Bank sperma ini berperan penting dalam mendukung program inseminasi buatan untuk meningkatkan populasi dan kualitas ternak.
Bank Sperma ternak tersebut berada di bagian belakang Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Jalan J.A. Suprapto. Di dalam gedung, puluhan kontainer logam tersusun rapi. Setiap kontainer berisi ratusan straw, yakni tabung kecil berbentuk pipet yang berfungsi menyimpan satu dosis sperma ternak.
Baca juga: Permohonan Diperketat, Perkawinan Anak di Jember 2025 Turun Drastis
Kepala Bidang Budidaya dan Usaha Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Abdul Rozak, menjelaskan bahwa di Jawa Timur hanya terdapat dua Bank Sperma ternak.
“Selain milik Pemkab Banyuwangi, satu lagi dimiliki oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Menurut Rozak, Bank Sperma Banyuwangi saat ini memiliki sekitar 30 kontainer logam, dengan masing-masing kontainer menyimpan 500 hingga 600 straw sperma.
“Agar kualitasnya tetap terjaga, sperma ternak disimpan dalam kontainer berisi nitrogen cair dengan suhu minus 195 derajat Celsius,” jelas Rozak, yang akrab disapa Zaki.
Baca juga: Potensi Kuat Bomber Rp 3,91 M Out dari Persebaya, 1 Pemain Asing Kans Jadi Aktor Utama
Sperma dari Balai Inseminasi Buatan
Sperma ternak yang tersimpan di Bank Sperma Banyuwangi berasal dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) di Singosari, Malang, serta Lembang, Bandung. Pengiriman dilakukan secara berkala, sekitar dua pekan sekali, dalam bentuk straw.
Beragam jenis sperma ternak tersedia, terutama dari sapi unggulan seperti limousin, simental, belgian blue, brahman, peranakan ongole, friesian holstein, angus, dan sejumlah jenis lainnya.
“Selanjutnya, sperma ini kami distribusikan kepada inseminator yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi,” imbuh Zaki.
Dukung Produktivitas Peternak
Saat ini, Kabupaten Banyuwangi memiliki 52 petugas inseminator yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program inseminasi buatan. Program tersebut diklaim mampu menghasilkan lebih dari 2.300 kelahiran ternak baru setiap tahun.
Di Banyuwangi, jenis inseminasi yang paling diminati peternak adalah sapi simental, limousin, dan brahman, karena dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan produktivitas yang baik.
“Program inseminasi buatan ini terbukti berhasil. Selain menjaga populasi ternak dan ketersediaan daging di pasaran, juga meningkatkan produktivitas serta pendapatan peternak,” pungkasnya.