Muhammad Diki Dabidabi Juara 1 Sayembara Desain Kawasan Islamic Center Kutim, Terlibat Proyek IKN
January 13, 2026 08:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi mengumumkan pemenang Sayembara Desain Arsitektur Islamic Center, sebuah proyek mercusuar bagi syiar Islam di Kota Sangatta pada Senin (12/1/2026) malam

Nama Muhammad Diki A. Dabidabi akhirnya keluar sebagai peraih juara pertama melalui karya fenomenalnya bertajuk "Puisi Tawadhu Serambi Suffah".

Kemenangan ini pun menjadi sorotan, mengingat persaingan ketat yang melibatkan banyak nama besar di dunia arsitektur nasional.

"Alhamdulillah mendapat apresiasi yang signifikan dari dewan juri, juga dari Pemerintah Kutai Timur. Kami dari kalangan arsitek sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur maupun IAI setempat," ujar Diki saat diwawancarai, Selasa (13/1/2026).

Lahir di Ternate, Maluku Utara, Diki bukanlah orang baru di dunia rancang bangun.

Baca juga: Pemkab Kutim Kunjungi Bappenas RI, Usulkan Program Hingga Rp1 Triliun

Ia merupakan anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta yang telah mendedikasikan dirinya selama belasan tahun untuk mempercantik estetika bangunan di tanah air.

Meski tampil secara perorangan dalam sayembara ini tanpa membawa bendera perusahaan besar, kualitas desain yang ditawarkannya mampu meluluhkan hati para dewan juri. 

Ia mampu menerjemahkan nilai-nilai spiritualitas ke dalam bentuk fisik bangunan yang tetap modern namun rendah hati.

Rekam jejak Diki memang terbilang mentereng. Sebelum memenangkan sayembara di Kutai Timur, ia tercatat pernah meraih posisi kedua dalam sayembara serupa di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

Hal itu membuktikan konsistensi kualitas desain yang ia miliki.

"Saya kurang lebih 15 sampai 17 tahun berkecimpung di dunia arsitektur, semenjak lulus dari S1 sampai sekarang. Dan kebetulan memang sekarang juga terlibat dalam proyek di Jakarta maupun di IKN (Ibu Kota Nusantara)," tuturnya.
 
Keterlibatannya di IKN bukan sekadar isapan jempol. Saat ini, Diki tengah memegang tanggung jawab besar dalam pembangunan infrastruktur dasar di pusat pemerintahan baru tersebut. 

Ia mengungkapkan bahwa dirinya terlibat aktif dalam proyek hunian bagi para abdi negara.

Fokus utamanya di IKN adalah merancang Tower Rusun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Pengalaman menangani proyek skala nasional inilah yang diduga kuat memperkaya perspektifnya dalam menyusun konsep "Puisi Tawadhu Serambi Suffah" di Kutai Timur.

Melalui kemenangan ini, Diki berharap apa yang telah ia tuangkan dalam coretan desainnya dapat memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan infrastruktur dan identitas religi di Kutai Timur yang lebih transparan.

"Kami dari berbagai daerah mencoba terlibat, memberikan sumbangsih sebesar-besarnya, sebaik-baiknya dari keahlian yang kami miliki untuk mendukung pembangunan yang lebih baik di Kutai Timur," terangnya.

Makna Desain Puisi Tawadhu Serambi Suffah

Filosofi Serambi Suffah

Suffah adalah serambi masjid yang berfungsi sebagai tempat menimba ilmu. Para sahabat Nabi yang menimba ilmu dan berlama-lama di serambi Masjid Nabawi ini biasa disebut sebagai ahlus suffah. Salah seorang di antaranya adalah sahabat Abu Hurairah.

Gagasan dan Konsep Makro Kawasan

​Masjid Sebagai Institusi Inklusif

Masjid adalah institusi yang memberi manfaat bagi sekitarnya. Dalam perkembangannya masjid menjadi titik pertemuan banyak hal. Baik dalam hal mencari ilmu agama, musyawarah, bahkan pada masa tertentu masjid juga menjadi persinggahan yang menyediakan fasilitas pendukung untuk para musafir.

​Juxtaposisi, Monumental yang Ramah

Konsep serambi suffah ini tidak serta merta diletakkan pada bangunan masjid, tetapi dibuat terhubung secara hierarki dengan masjid sebagai bangunan utama. Keterhubungan ini ditunjukkan dengan orientasi pada garis-garis pembentuk bangunan Islamic Center yang memberi perhatian penuh pada bangunan utama yakni masjid eksisting.

​Taman sejuk di celah hijau

Bangunan Islamic Center dibuat dengan gubahan menyatu dengan lanskap sekitarnya. Metode ini tidak lain untuk mendukung konsep penguatan hierarki bangunan masjid sehingga tidak menjadi sosok pembanding.

​Sirkulasi Udara dan Gubahan Massa

Bangunan dibuat dalam pembagian yang cukup untuk membentuk celah sirkulasi udara untuk dialirkan ke segala arah. Celah taman ini diarahkan menjadi oase pada area yang terbuka dan cenderung monoton. Pembagian gubahan massa ini akan membantu memberi daging bangunan yang tidak terlalu gemuk dan memberi ruang-ruang atraktif pada sepanjang bangunan Islamic Center.

Baca juga: Pemkab Kutim Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk Petani Mulai Awal 2026

​Orientasi Taman Pengajian

Taman pengajian disusun menerus segaris dengan miniatur Ka’bah, tetapi dibuat orientasinya mengarah pada mimbar masjid. Susunan ini bermakna fokus dari pengajaran adalah ibadah itu sendiri. Begitu pula dengan alur sirkulasi titian yang diarahkan menuju titik yang sama, yakni mimbar. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.