Jakarta (ANTARA) - Meta mengumumkan peluncuran sebuah inisiatif baru yang dirancang guna memperkuat infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) perusahaan bernama Meta Compute.

Menurut laporan TechCrunch, Senin (12/1) waktu setempat, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan Meta peluncuran insiatif tersebut bertujuan memperluas jejak energinya secara drastis untuk beberapa tahun mendatang.

“Meta berencana membangun puluhan gigawatt pada dekade ini, dan ratusan gigawatt atau lebih seiring waktu. Cara kami merekayasa, berinvestasi, dan bermitra untuk membangun infrastruktur ini akan menjadi keunggulan strategis,” tulis Zuckerberg dalam sebuah unggahan di Threads.

Gigawatt merupakan satuan daya listrik yang setara dengan satu miliar watt. Bisnis AI yang haus energi diprediksi mendorong lonjakan konsumsi listrik Amerika Serikat secara eksponensial dalam dekade mendatang (dari 5 GW menjadi 50 GW, menurut salah satu perkiraan).

Zuckerberg juga menunjuk tiga eksekutif yang akan memimpin proyek baru ini, salah satunya Santosh Janardhan, Kepala Infrastruktur Global Perusahaan yang telah bergabung dengan perusahaan sejak 2009, akan memimpin pekerjaan pada “arsitektur teknis hingga pembangunan dan pengoperasian armada pusat data dan jaringan global perusahaan.

Selain itu juga ada Daniel Gross, yang bergabung dengan Meta tahun lalu, yang sebelumnya salah satu pendiri Safe Superintelligence, akan memimpin kelompok baru di Meta yang “bertanggung jawab atas strategi kapasitas jangka panjang, kemitraan pemasok, analisis industri, perencanaan, dan pemodelan bisnis”.

Zuckerberg juga menyebut Dina Powell McCormick, mantan pejabat pemerintah yang baru bergabung dengan Meta sebagai presiden dan wakil ketua perusahaan, akan bertanggung jawab bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu “membangun, menerapkan, berinvestasi, dan membiayai infrastruktur Meta”.

Sebelumnya, Meta mengumumkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun lalu, di mana menegaskan rencananya untuk menggelontorkan dana besar guna membangun kapasitas bagi bisnis AI-nya.

“Kami memperkirakan bahwa pengembangan infrastruktur AI terdepan akan menjadi keunggulan inti dalam menciptakan model AI terbaik dan pengalaman produk,” ujar Susan Li, CFO Meta, pada musim panas lalu.

Menurut laporan Engadget, Meta juga dikabarkan telah berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur untuk mendukung ambisi “superintelligence” AI-nya, di mana baru-baru ini mengumumkan tiga perjanjian untuk membeli pasokan energi nuklir dalam jumlah besar guna membantu mengoperasikan pusat data mereka.

Zuckerberg sebelumnya mengatakan bahwa ia memperkirakan Meta akan menghabiskan 600 miliar dolar AS untuk infrastruktur AI dan lapangan kerja hingga tahun 2028.