Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami I Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca juga: Kawal Nasib Rakyat, Bupati Bener Meriah Ingatkan Reje: Jangan Main-main dengan Data Bencana!
Jembatan Bailey Wih Kanis yang terletak di Kampung Mangku, Kecamatan Bandar, kini telah rampung diperbaiki dan kembali dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, Selasa (13/1/2026).
Jembatan ini merupakan urat nadi transportasi utama bagi masyarakat menuju Kecamatan Syiah Utama dan sebagian wilayah Mesidah.
Sebelumnya, akses tersebut terputus total akibat terjangan banjir bandang pada 26 November 2025 lalu, yang mengakibatkan ratusan warga di kedua kecamatan tersebut sempat terisolasi.
Sementara pascabencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah bergerak cepat dengan mengerahkan dua unit alat berat.
Bersama para relawan, petugas berhasil mengevakuasi dan memasang kembali struktur jembatan Bailey yang sempat terseret arus banjir sejauh 100 meter dari posisi semula.
Meski jembatan Wih Kanis sudah berfungsi, akses bagi kendaraan roda empat masih mengalami kendala di beberapa titik lain.
Informasi yang dihimpun TribunGayo.com jika mobilitas kendaraan besar belum sepenuhnya pulih hingga ke pusat kecamatan.
Tapi kendaraan roda empat kini hanya bisa dilintasi sampai di Kampung Rusip, Kecamatan Syiah Utama.
Sementara dari arah Samar Kilang saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua karena jembatan di Rusip masih dalam kondisi terputus.
Baca juga: Harga Emas Murni di Bener Meriah Naik, Warga Ramai Berinvestasi
Di sisi lain, tantangan besar masih dihadapi terkait infrastruktur energi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengungkapkan bahwa pasokan listrik di Kecamatan Syiah Utama masih padam total.
Berdasarkan data terkini, terdapat 14 kampung yang belum mendapatkan aliran listrik, di antaranya:
"Untuk Kecamatan Mesidah, sekitar 80 persen listrik sudah menyala, kecuali di Kampung Perumpaken Benjadi, Hakim Peteri Pintu, dan Simpur," ujar Ilham.
Menurutnya, pemadaman ini disebabkan oleh banyaknya tiang listrik yang tumbang akibat banjir dan saat ini masih dalam proses perbaikan intensif.
Meskipun akses darat menuju Samar Kilang masih terbatas bagi kendaraan roda empat, pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah tersebut.
"Kami pastikan kebutuhan logistik masyarakat di Samar Kilang tetap aman. Suplai bantuan terus dikirimkan melalui jalur udara menggunakan helikopter," pungkas Ilham. (*)
Baca juga: Protes Kenaikan Harga Galian C, Ratusan Sopir Dump Truck Geruduk Gedung DPRK Bener Meriah