Profil Cesar Meylan, Doktor Pakar Fisik Asisten John Herdman dan Tantangan Loyonya Tenaga Timnas Indonesia
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Timnas Indonesia selama ini dikenal memiliki durabilitas fisik yang cenderung kendor untuk bertarung penuh dalam 2X45 menit.
Hal ini menjadi berulang kali menjadi sasaran fokus pembenahan PSSI melalui pemilihan pelatih beserta para asistennya.
Setelah tampak sempat membaik di era Shin Tae-yong, pengelolaan fisik dan stamina para pemain Timnas Indonesia kini memasuki babak baru yang melibatkan aspek sports science.
Baca juga: John Herdman Akan Gelar Video Call ke Jay Idzes dam Para Pemain Inti Timnas Indonesia, Ada Apa?
Tugas itu kini beralih ke Cesar Meylan, asisten dari pelatih baru Timnas Indonesia John Herdman.
Meylan bukan sembarangan asisten pelatih.
Pria ini bergelar PhD alias Doktor dengan spesialisasi fisik dan stamina pemain.
Saat acara pengenalan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026), Cesar Meylan juga tampak hadir.
Saat diwawancarai, Cesar Meylan mengaku antusias bergabung dalam jajaran staf kepelatihan Timnas Indonesia.
Tantangan loyonya stamina Timnas Indonesia untuk bermain dalam fisik yang stabil di dua babak secara penuh, justru dia sambut dengan antusiasme tinggi.
Secara khusus, dia menyebut kehadirannya di Indonesia dilandasi ambisi besar untuk membantu Timnas Indonesia menuju ke Piala Dunia 2030.
“Saya merasa, saya hanya bisa mengatakan apa yang John Herdman sebutkan. Saya sangat antusias untuk datang ke Indonesia dan semoga dapat mendukung negara ini menuju Piala Dunia,” ucap Meylan.
“Itulah mengapa saya datang ke sini, itulah mengapa saya bekerja dengan Kanada, dan saya sangat antusias berada di sini dan melihat antusiasme yang sudah ada di ruangan ini, serta jumlah liputan dan penggemar di sekitar, reaksi terhadap penunjukan John sangat mengasyikkan, dan saya sangat antusias bekerja dengan seluruh negara Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia pada tahun 2030,” terangnya.
Meylan juga mengungkapkan bahwa dirinya telah lama bekerja bersama dengan John Herdman, tepatnya pada 2010 silam.
“Saya telah bekerja dengan John sejak 2010, jadi satu-satunya tahun di mana saya tidak bekerja dengan John adalah tahun lalu, selain itu saya telah bekerja dengan John selama 15 tahun terakhir,” katanya.
Lebih lanjut, terkait pengetahuannya mengenai Timnas Indonesia dan para pemainnya, Meylan mengaku masih dalam tahap mempelajari komposisi tim.
Meski demikian, ia melihat potensi besar yang dimiliki sepak bola Indonesia.
Bahkan ia membeberkan situasi Timnas Indonesia saat ini mirip seperti Timnas Kanada yang sebelumnya sukses diantarkan John Herdman melaju ke Piala Dunia 2022.
“Saya masih belajar karena saya baru saja menyelesaikan pekerjaan saya hingga Desember, jadi saya sedang mempelajari pool pemain. Saya sangat antusias dengan talenta lokal dan juga semua pemain internasional yang bermain di Eropa,” ujar Meylan.
“Saya bisa melihat bahwa situasinya sangat mirip dengan Kanada 4–5 tahun lalu sebelum mereka lolos ke Piala Dunia, dan itulah yang benar-benar menarik untuk datang ke sini dan menulis sejarah,” jelasnya.
Selain soal sepakbola, Meylan juga menyampaikan kesan positif terhadap Indonesia sejak kedatangannya.
Ia merasa diterima dengan baik dan mendapatkan sambutan yang hangat.
“Sangat positif, sangat ramah, sangat mendukung untuk berintegrasi dengan banyak orang yang ramah dan itu memberikan banyak kehangatan dan dukungan bagi seseorang yang datang dari belahan dunia lain untuk datang ke sini. 48 jam pertama saya di sini sangat luar biasa,” pungkas Meylan.
PSSI resmi memperkuat fondasi performa Tim Nasional Indonesia dengan menghadirkan Cesar Meylan, PhD, CPSS, CSCS, sosok elite dunia di bidang pelatihan fisik dan sport performance, sebagai Asisten Pelatih Fisik Timnas Indonesia.
Meylan akan menjadi arsitek utama kebugaran, kekuatan, dan daya tahan fisik pemain Timnas, sekaligus tangan kanan Pelatih Kepala John Herdman, melanjutkan kemitraan strategis yang telah teruji selama lebih dari satu dekade di level tertinggi sepak bola internasional.
Kehadiran Cesar Meylan sebagai pelatih performa fisik menandai era baru pembinaan fisik kelas dunia bagi skuad Garuda.
Ia berperan krusial di balik kesuksesan tim-tim elite, termasuk Tim Nasional Kanada dan Toronto FC, dengan pendekatan berbasis sains modern, data, dan integrasi medis.
Dengan status ilmuwan olahraga dan pelatih strength & conditioning berkelas Olimpiade, Meylan menyandang gelar Doktor (PhD) di bidang Strength & Conditioning dari AUT University, Selandia Baru.
Keahliannya meliputi pengelolaan beban latihan, pencegahan cedera, pemulihan, serta optimalisasi performa atlet agar mampu tampil konsisten di level kompetisi tertinggi.
Reputasinya diakui secara global, termasuk saat ia dinobatkan sebagai Sport Scientist of the Year 2021, penghargaan bergengsi bagi tokoh yang memberi dampak signifikan dalam pengembangan performa atlet elite.
Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Cesar Meylan menjabat sebagai Director of Performance Toronto FC, serta memegang peran strategis di Canada Soccer sebagai Director, Health & Athletic Performance dan Head of Athletic Performance.
Pengalamannya mencakup pengelolaan performa atlet dari level liga profesional hingga panggung terbesar dunia seperti Olimpiade dan Piala Dunia FIFA.
Kolaborasi erat Meylan dan Herdman telah menghasilkan prestasi bersejarah, termasuk medali emas Olimpiade Tokyo 2021 bersama Tim Nasional Wanita Kanada, dua medali perunggu Olimpiade sebelumnya, serta membawa Tim Nasional Pria Kanada lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 setelah penantian panjang selama puluhan tahun.
Dalam filosofi kepelatihan Herdman, Meylan berperan penting menyelaraskan identitas taktik dengan kesiapan fisik pemain, memastikan setiap strategi dapat dieksekusi secara maksimal di lapangan.
Ia dikenal mampu membangun lingkungan high performance yang menekankan disiplin, inklusivitas, dan peningkatan berkelanjutan.
Dengan bergabungnya Cesar Meylan sebagai pelatih performa fisik Timnas Indonesia, PSSI menegaskan keseriusannya membangun Tim Nasional yang lebih kuat secara fisik, tahan menghadapi intensitas tinggi, dan siap bersaing di level internasional.