TRIBUNNEWS.COM – Persaingan di M7 World Championship semakin memanas. Hingga update terbaru fase Swiss Stage, Selangor Red Giants (SRG) resmi menyusul Alter Ego sebagai tim yang memastikan tiket ke babak play-off. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya, ONIC Esports, justru berada dalam situasi paling genting.
SRG tampil konsisten sejak hari pertama. Tim asal Malaysia tersebut menunjukkan kedalaman strategi, koordinasi team fight yang rapi, serta eksekusi objektif yang nyaris sempurna.
Kemenangan terakhir atas wakil Filipina, Team Liquid PH memastikan posisi mereka aman di zona lolos dengan catatan tiga kemenangan beruntun, pada Selasa (13/1/2026) malam WIB.
Tiga kemenangan SRG diperoleh ketika mengalahkan Aurora PH (1-0), Team Falcons (1-0), Team Liquid PH (2-1).
Sementara Team Liquid PH terpaksa akan kembali berjuang di babak keempat melawan tim yang mengoleksi dua kemenangan dan sekali kalah. Adapun calon lawannya adalah Team Falcons, Aurora Gaming Turki, Aurora Gaming PH, Team Spirit, dan Yangon Galacticos.
Sebagai informasi, tim yang telah meraih tiga kemenangan di babak Swiss Stage M7 World Championship otomatis lolos play-off. Sebaliknya, tim yang menelan tiga kekalahan akan tersingkir.
Dengan hasil impresif SRG, kini jumlah tim yang lolos di play-off M7 bertambah.
Alter Ego sendiri lebih dulu mengamankan tiket play-off setelah tampil impresif dengan draft pick yang cerdas dari pelatih Xepher.
Mereka menjadi wakil pertama Tanah Air yang memastikan kelolosan, sekaligus menjaga harapan Indonesia tetap hidup di M7.
Menariknya, kelolosan Alter Ego lebih sempurna karena tampa sekali mengalami kekalahan per game pun.
Dalam tiga laga di Swiss Stage M7, Alter Ego sukses memperdaya Aurora Gaming Turki (1-0), Black Sentence Esports (1-0) dan Yangon Galactios (2-0).
Baca juga: Hasil ONIC vs Team Spirit di M7: Landak Kuning Sudah Kalah Dua Kali, Asa Play-off Kian Tipis
Namun, kondisi justru berbanding terbalik dialami ONIC Esports di ajang M7 World Championship.
Juara MPL Indonesia Season 16 itu kini berada di ujung tanduk setelah menelan hasil kurang maksimal di sejumlah laga krusial Swiss Stage. Kekalahan demi kekalahan membuat ONIC terperosok ke jalur hidup-mati.
ONIC sebenarnya membuka turnamen dengan hasil positif usai menumbangkan Boostgate Esports 1-0.
Namun, performa Landak Kuning kemudian merosot setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Yangon Galacticos dan Team Spirit, masing-masing dengan skor 1-0.
Dengan catatan satu kemenangan dan dua kekalahan, ONIC kini berada dalam posisi genting. Mereka tak boleh lagi kehilangan poin jika ingin menjaga peluang lolos ke babak play-off.
Satu kekalahan tambahan akan langsung mengakhiri perjalanan ONIC di M7.
Secara permainan, ONIC sejatinya tidak tampil buruk. Namun, keputusan draft pick hero yang kurang tepat membuat permainan mereka sulit berkembang dan kerap kehilangan momentum di fase krusial.
Situasi ini membuat tekanan besar berada di pundak para pemain. Mental bertanding, konsistensi draft, serta eksekusi team fight akan menjadi faktor penentu nasib ONIC di laga berikutnya.
ONIC dijadwalkan tampil pada laga keempat Swiss Stage menghadapi tim dengan rekor serupa, yakni sama-sama mengoleksi satu kemenangan dan dua kekalahan.
Sejumlah tim berpotensi menjadi lawan ONIC, di antaranya Team Zone, Evil, CG Esports, Black Sense Esports, hingga CFU Gaming.
Kabar baiknya, pertandingan penentuan nanti akan menggunakan format Best of Three (Bo3), tidak lagi Best of One (Bo1), sehingga memberi ruang lebih besar bagi ONIC untuk membuktikan kualitas sebenarnya.
Namun satu hal tetap mutlak: ONIC tak boleh kalah lagi. Sebab dalam format Swiss Stage M7, tim yang mengoleksi tiga kekalahan dipastikan tersingkir, sementara tim dengan tiga kemenangan akan langsung mengamankan tiket ke babak play-off.
Kini, ONIC berada di persimpangan nasib. Menang untuk bertahan, atau kalah untuk pulang lebih awal dari panggung M7 World Championship.
(Tribunnews.com/Ali)