TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pelapor kasus dugaan penipuan trading kripto, Younger, mengungkap alasannya bergabung menjadi member Akademi Crypto yang didirikan Timothy Ronald.
Younger mengaku tergiur setelah melihat gaya hidup Timothy yang diunggah di media sosial Instagram.
Hal itu disampaikan Younger setelah diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2026).
"Si TR (Timothy Ronald) ini merupakan salah satu influencer yang sangat terkenal. Nah saya melihat dia dari Instagram, dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepat, terus bisa beli mobil mewah di usia muda. Nah itu saya tergiur. Maka dari itu, saya belilah member-nya," kata Younger kepada wartawan.
Di awal bergabung menjadi member, ia mengeluarkan uang sebesar Rp 9 juta. Ia kemudian diajak bergabung menjadi member lifetime dan membayar Rp 39 juta.
"Dan member-nya itu bukanlah harga murah loh. Saya beli awal Rp 9 juta. Terus diiming-imingi ada member yang lifetime seharga Rp 39 juta. Total ya saya habis di Rp 50 juta lah kurang lebih untuk member," ungkap Younger.
Setelah bergabung sebagai member, Younger mengaku mendapat rekomendasi untuk membeli koin manta.
Ia menyebut Timothy mengiming-imingi keuntungan 300 hingga 500 persen.
"Saya tergiur karena ada bukti signal bahwa dia mengatakan dari Rp 2 juta itu bisa jadi Rp 2 miliar. Beli koin apapun bisa untung. Dan saya kenanya tuh di koin manta ini. Dia kasih PDF itu, menjanjikan profit 300 sampai 500 persen," ujar Younger.
Adapun Younger menerima 30 pertanyaan dari penyidik selama proses pemeriksaan yang berlangsung selama sekitar tujuh jam.