Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menanggapi soal dualisme yang terjadi di yayasan Malang.
Aries Agung Paewai meminta agar konflik dualisme yayasan tidak terjadi dalam lingkungan SMK Turen dan SMP Bhakti Malang.
Sebab, konflik tersebut telah mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
"Kami memberikan imbauan kepada yayasan agar tidak berkonflik di dalam yayasan. Kami harap (dualisme, red) tidak mengganggu proses pembelajaran yang ada dalam lingkungan sekolah," kata Aries saat hadir dalam peresmian SMA Taruna Nusantara, Selasa (13/1/2025).
Selain itu, ia juga menyampaikan tidak boleh ada orang yang tidak berkepentingan berada di dalam lingkungan sekolah.
Seperti sebelumnya, ribuan pelajar SMK Turen terpaksa belajar di rumah karena ada orang asing atau tindakan premanisme di lingkungan sekolah.
Atas kejadian ini, guru terpaksa membuat kebijakan bahwa seluruh siswa belajar di rumah.
Kebijakan ini dibuat lantaran siswa maupun guru merasa terganggu dengan keberadaan orang asing yang dinilai menguasai beberapa ruangan.
"Dia (orang asing) harus keluar. Kalau tidak mau keluar berarti pihak kepolisian harus wajib memberikan edukasi kepada mereka agar tidak mengganggu proses pembelajaran," tegas Aries.
Mengenai konflik dualisme antara Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT) dengan Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) dijelaskan Aries, pihaknya telah menginstruksikan kepada Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk segera menyelesaikannya.
Baca juga: Potret Miris Pendidikan Pelosok Kota Migas Bojonegoro, Sekolah Lantai Tanah, Atap Bocor Saat Hujan
"Biarkan anak-anak tetap berjalan untuk mendapatkan proses pendidikan supaya mereka tidak terhambat. Karena ini ada yang sudah mempersiapkan untuk masuk ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan. Tentunya ini akan terganggu ketika mereka berkonflik," tukasnya.
Konflik ini terjadi karena adanya percobaan perebutan kembali pengelolaan SMK Turen dan SMP Bhakti dari YPTWT ke tangan YPTT.
YPTT mengklaim memegang akta pendirian yang asli termasuk bukti surat tanah.
Menurut pihak YPTT, sekolah mulai dikelola oleh YPTWT pada 2014 silam.