HIPOTERMIA Saat Mendaki Gunung Agung, Yedija Dievakuasi di Ketinggian 2.400 MDPL Akibat Cuaca Buruk!
January 14, 2026 02:17 AM

TRIBUN-BALI.COM - Seorang remaja pendaki asal Karangasem dievakuasi dalam kondisi selamat setelah mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung melalui jalur Pura Pengubengan, Desa Besakih. Proses penyelamatan dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak dini hari hingga Selasa pagi (13/1).

Korban diketahui bernama I Ketut Yedija Karunia Arta (18). Ia bersama satu rekannya memulai pendakian pada Senin siang (12/1) sekitar pukul 13.30 Wita. Namun ketika malam tiba, tepatnya sekitar pukul 23.40 Wita, kondisi fisik Yedija menurun drastis akibat kedinginan ekstrem sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Menyadari situasi berbahaya tersebut, kedua pendaki segera menghubungi Polsek Rendang. Mereka kemudian diarahkan untuk bertahan sementara di Pos 2 sambil menunggu bantuan datang.

Baca juga: PACAR Sang Ayah Tega Aniaya Anak Gadisnya, NKI Terancam Pasal Berlapis, Ini Kata Polresta Denpasar! 

Baca juga: ANCAM Keselamatan Pengguna Jalan, Belasan Manhole Hilang di Jalan Raya Sading, Penutup Trotoar Raib!

EVAKUASI - Proses evakuasi remaja yang mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung, Selasa (13/1/2025)
EVAKUASI - Proses evakuasi remaja yang mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung, Selasa (13/1/2025) (Istimewa)

Laporan resmi baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. 

Merespons informasi itu, delapan personel SAR dari Pos Karangasem langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian. Petugas juga lebih dulu berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemandu setempat untuk mempercepat proses pencarian.

Tim penyelamat tiba di kawasan Pura Pengubengan sekitar pukul 03.40 Wita. Setelah melakukan penyisiran selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan di ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut.

“Korban kami temukan dalam keadaan selamat, setelah sekitar empat jam upaya pencarian,” ujar Koordinator Lapangan SAR, Putu Handika Bhayangkara.

Meski korban sudah berhasil dijangkau oleh tim pemandu sekitar pukul 05.15 WITA, proses evakuasi belum bisa langsung dilakukan. Hujan deras disertai kabut tebal dan angin kencang membuat jarak pandang sangat terbatas, sehingga tim memilih menunggu kondisi lebih aman saat hari mulai terang.

Evakuasi dilanjutkan menuju Pos 1 di ketinggian 1.600 MDPL. Setelah melewati medan berat dan cuaca buruk, rombongan akhirnya tiba di Posko Pura Pengubengan sekitar pukul 10.05 WITA. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Rendang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Besakih, TRC BPBD Karangasem, hingga pemandu lokal jalur Pengubengan. (mit)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.