PSI: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN Jaminan Keberlanjutan dan Meningkatkan Kepercayaan Investor
January 13, 2026 10:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan di sana tidak berhenti.

"Kunjungan Presiden Prabowo di IKN memperkuat legitimasi politik proyek IKN, menunjukkan bahwa IKN bukan agenda satu pemerintahan, melainkan agenda nasional jangka panjang," kata Ketua DPP PSI Dedek Prayudi, Selasa (13/1/2026).

Hal lain, kunjungan ini semakin menumbuhkan kepercayaan investor dan pasar.

"Sinyal positif dikirim kepada investor, pelaku usaha, dan mitra internasional bahwa komitmen pemerintah terhadap IKN tetap solid, sehingga mengurangi risiko ketidakpastian pasca-pergantian pemerintahan," lanjut Dedek.

Secara simbolik, Dedek menjelaskan, kunjungan itu merefleksikan komitmen keberlanjutan pembangunan dari era kepemimpinan Joko Widodo ke era Prabowo.

Kunjungan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi IKN untuk pertama kalinya sebagai Presiden RI pada Senin petang.

Prabowo sempat mengunjungi lokasi pembangunan IKN ketika menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Maret 2024.

Saat itu, Prabowo mengunjungi sejumlah proyek pembangunan penting di lokasi IKN, seperti kantor kepresidenan.

Pada kunjungannya terbaru, Prabowo mendarat tepat di depan Gedung Istana Garuda pada pukul 18.45 Wita, menggunakan helikopter. 

Pantauan Tribunnews melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kepala Negara tampak mengenakan kemeja safari krem khasnya. Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Turun dari helikopter, Presiden disambut langsung oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, M. Basuki Hadimuljono.

Selain Basuki, Prabowo juga bersalaman dengan sejumlah sosok lainnya.

Lantas, orang nomor di RI tersebut, melanjutkan perjalanan sambil melihat sekitar IKN. 

Sementara itu, di luar area istana, warga memadati titik-titik yang diperbolehkan untuk umum.

Dikutip dari TribunKaltim.com, warga antusias mengabadikan momen langka itu, menggunakan kamera ponsel, meski harus menyaksikan dari kejauhan.

“Itu ada rombongan Presiden Prabowo, wah luar biasa ya,” kata Dinda, seseorang yang merekam detik-detik pendaratan helikopter Presiden di kawasan Istana Garuda.

Menurut sebagian warga, melihat langsung kedatangan Presiden meski dari jarak jauh, menjadi pengalaman berkesan dan membanggakan.

Pun dengan Sulistiawati, pengunjung lainnya di IKN. Ia mengaku senang bisa menyaksikan langsung kedatangan Presiden.

Alhamdulillah saya senang sekali melihat Pak Prabowo, walaupun hanya dari jauh. Kemarin kami juga sempat melihat Mas Gibran di sini,” ungkapnya.

Arahan Prabowo

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah catatan baru yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan IKN. 

Prasetyo mengatakan, Presiden melakukan rangkaian pengecekan langsung terhadap progres pembangunan IKN bersama sejumlah menteri terkait. 

Setelah peninjauan, Prabowo memberikan beberapa koreksi penting terhadap desain dan fungsi sejumlah fasilitas utama.

“Pagi tadi kami mendapat update dari Ketua OIKN (Otorita IKN) mengenai progres pembangunan Ibu Kota Nusantara. Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk percepatan proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai tahun 2028,” ujar Prasetyo, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, Prabowo memberi perhatian khusus pada detail arsitektur, tata ruang, hingga kelayakan fungsi bangunan.

Presiden meminta OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera memperbaiki elemen-elemen yang dinilai belum tepat.

“Tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap desain, terhadap fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” imbuhnya.

Prasetyo menegaskan arahan utama Prabowo adalah perbaikan dan percepatan agar tiga pusat fungsi pemerintahan yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif dapat segera beroperasi.

“Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan, supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” tandasnya.

Tahapan pembangunan di IKN

IKN (Ibu Kota Nusantara) direncanakan sebagai ibu kota baru Indonesia menggantikan Jakarta.

IKN sedang dibangun  terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Proyek ini merupakan salah satu program strategis nasional untuk memindahkan pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan, dengan tujuan pemerataan pembangunan, mengurangi beban pusat Jakarta , dan menciptakan kota berkelanjutan.

Baca juga: Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN Jadi Sinyal Politik Lanjutan Legacy Jokowi

Dengan tahapan pembangunan

  • Tahap I (2022–2024): Infrastruktur dasar seperti istana presiden, kantor pemerintahan.
  • Tahap II (2025–2029): Pengembangan kawasan inti, kantor legislatif, kantor yudikatif, fasilitas transportasi, dan fasilitas publik lainnya seperti sekolah, hotel, dan pasar.
  • Tahap III (2030–2034): Ekspansi kawasan, perumahan, pusat bisnis.
  • Tahap IV (2035–2045): Penyempurnaan kota berkelanjutan sebagai  kota dunia. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.