TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sejumlah tungku berbahan tanah liat tampak berjajar rapi di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (13/1/2026).
Tungku-tungku pawon tersebut menggunakan kayu bakar sebagai media sumber api untuk memasak beragam hidangan tradisional yang diolah di atas wajan-wajan besar.
Sesekali, sang chef mendorong kayu ke dalam tungku serta mengipasi agar api tetap menyala dan panas terjaga.
Baca juga: Biji Durian Tak Lagi Terbuang, KKN UPGRIS Kelompok 56 Tlogo Ajak Warga Membuatnya Menjadi Kripik
Ia mengaduk masakan secara berkala, memastikan setiap hidangan matang sempurna dan cita rasa tradisional tetap terjaga.
Nampak para pengunjung secara bergantian mengambil hidangan yang masih tersaji di atas tungku.
Beragam masakan tradisional disajikan hangat, mulai dari nasi, capcay, garang asem, tumpang koyor yang menggugah selera.
Di sudut lain, aneka gorengan juga tersaji dimasak langsung oleh chef dari Horison Resort Tlogo.
Ada mendoan, sukun goreng, dan lain-lain.
Seorang pengunjung asal Salatiga, Ira Rejoz mengaku, sangat menikmati berbagai hidangan tradisional yang disajikan di Pawon Tlogo.
Ia mencicipi semua hidangan yang tersaji di atas tungku.
Dia tertarik mencicipi seluruh menu karena menghadirkan cita rasa masakan tradisional yang mengingatkannya pada masa kecil.
"Rasanya enak, seperti kembali ke masa lalu waktu masih kecil, dimasakin nenek," ujar Ira
Hal yang lebih membuatnya tertarik makan di Pawon Tlogo adalah hidangan dimasak menggunakan tungku kayu.
Menurut dia, hal itu membuat masakan lebih sedap dibanding dimasak menggunakan kompor.
Garang asem pun menjadi favoritnya.
"Masak pakai tungku itu beda, ada aroma asapnya, jadi lebih enak. Yang paling aku suka garang asemnya," ucapnya.
Menu yang disajikan itu, baginya, sangat cocok untuk santap siang.
Apalagi, ditambah suasana Pawon Tlogo yang yang sejuk dan nyaman khas suasana pedesaan.
"Recommended banget. Harganya juga terjangkau, ramah di kantong," tambahnya.
Tak hanya hidangan yang dimasak di atas tungku dan bara api.
Uniknya, kopi klotok turut dimasak menggunakan ceret berbahan tanah liat yang dipanaskan langsung di atas tungku.
Sales marketing manager Horison Resort Tlogo, Martinus budi mengatakan, kopi klotok yang dimasak di atas tungku ini merupakan khas dari Pawon Tlogo.
Kopi tersebut menggunakan biji kopi lokal produksi sendiri bernama Java Tlogo, yang dipadukan dengan sejumlah rempah pilihan sehingga menghasilkan cita rasa khas Pawon Tlogo.
Konsep tradisional di Pawon Tlogo sengaja diusung untuk menyelaraskan identitas resort dengan sajian kuliner yang ditawarkan.
Pawon Tlogo mengangkat masakan tradisional Jawa.
Proses memasak pun tetap mempertahankan cara lama menggunakan tungku pawon.
"Konsepnya memang tradisional Jawa. Resort-nya Jawa, restorannya Jawa, jadi nuansa dan makanannya kami buat terintegrasi,” jelasnya.
Pawon Tlogo buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Beragam menu tradisional disajikan, seperti mangut, garang asem, dan berbagai masakan rumahan khas Jawa.
Konsep penyajian di Pawon Tlogo menggunakan sistem self service.
Pengunjung bebas mengambil menu yang diinginkan, kemudian pembayaran disesuaikan dengan jumlah lauk yang diambil.
Baca juga: Buka Puasa Ramadan dengan Kuliner Nusantara Plus Sensasi Alam dan Bangunan Eropa di Tlogo Tuntang
Harga makanan pun terbilang terjangkau, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp30.000, tergantung menu yang dipilih.
Dengan Rp 15.000, pengunjung sudah mendapatkan nasi, dua sayur, serta minuman berupa kopi klotok atau minuman es.
"Jadi untuk makan self service, ambil sendiri. All you can eat. Nanti tinggal dihitung ambil apa, lauknya berapa, dan lain sebagainya," katanya. (eyf)