Sungai di Pidie Jaya Masih Tertimbun Lumpur, Bupati Laporkan ke BWS
January 14, 2026 12:32 AM

 

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dasar aliran sungai di Pidie Jaya masih tertimbun lumpur banjir bandang, yang terjadi November 2025.

Pascabanjir yang hampir berjalan dua bulan, namun lumpur memenuhi DAS belum bisa ditangani secara sempurna.

"Saat ini, kita telah bersihkan kayu yang terbawa banjir di DAS Krueng Meuredue," kata Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, kepada Serambinews.com, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, Pemkab Pidie Jaya telah melaporkan ke Balai Wilayah Sungai atau BWS, untuk penanganan Krueng Meuredue. Penanganan Krueng Meuredue harus dilakukan secara sempurna, agar air tidak meluap yang meluber ke rumah warga .

Sebab, pembersihan lumpur di Krueng Meureudu merupakan wewenang BWS. Dan, BWS akan menangani pembersihan lumpur di Krueng Meureudue. 

Menurutnya, lumpur merendam Krueng Meureudue mencapai tiga hingga empat meter. Sehingga saat turun hujan tinggi badan jalan akan tergenang. 

"Pembersihan lumpur di Krueng Meureudue terkendala karena alat berat tidak bisa membersihkan, karena tenggelam dalam lumpur," jelasnya.

Baca juga: VIDEO - IDI Lhokseumawe Gelar Pengobatan Gratis dan Trauma Healing untuk Korban Banjir di Pijay

Selain itu, kata orang nomor satu di Pidie Jaya itu, badan jalan  masih berlumpur karena faktor alam, yang kini masih turun hujan. Sehingga air masih merendam badan jalan.

Menurutnya, ruas jalan di Kecamatan Meurah Dua sudah dibersihkan, tapi curah hujan tinggi menyebabkan badan jalan terus tergenang. 

Seperti di Meunasah Bie telah dibersihkan, tapi kini terendam lagi badan jalan.

Kata Sibral Malasyi, gundukan tanah di pinggir jalan belum dibersihkan, untuk menahan luapan Krueng Meureudu. Sebab, krueng tersebut akan meluap saat curah hujan tinggi.(*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.