TRIBUNTRENDS.COM - Selebritis Aurelie Moeremans mengungkap sisi kelam perjalanan hidupnya melalui sebuah buku berjudul Broken Strings.
Buku ini menjadi ruang pengakuan bagi Aurelie untuk menceritakan pengalaman pahitnya sebagai korban grooming yang dialaminya sejak usia belia.
Dalam buku tersebut, Aurelie menggambarkan bagaimana dirinya terjebak dalam hubungan yang penuh manipulasi dan kekerasan.
Ia menyebut sosok pelaku dengan nama Bobby, seorang figur yang memiliki pengaruh besar dalam hidupnya kala itu.
Hubungan tersebut tidak hanya meninggalkan luka emosional, tetapi juga membentuk trauma mendalam yang ia simpan selama bertahun-tahun.
Baca juga: Sosok Kelly di Broken Strings Muncul, Hubungi Aurelie Moeremans dan Minta Maaf: Tidak Ada Niat Jahat
Peristiwa grooming yang dialami Aurelie terjadi ketika usianya baru menginjak 15 tahun.
Pada masa rentan tersebut, ia berada dalam posisi yang mudah dipengaruhi oleh orang yang lebih dewasa dan memiliki kendali secara psikologis.
Sebagai informasi, grooming merupakan istilah yang merujuk pada tindakan manipulatif yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak di bawah umur, dengan tujuan membangun ketergantungan dan kepercayaan demi kepentingan tertentu.
Menariknya, tokoh Bobby dalam buku Broken Strings kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.
Banyak netizen menduga bahwa sosok tersebut merujuk pada seorang artis bernama Roby Tremonti, meski hingga kini hal tersebut masih menjadi spekulasi publik.
TribunJakarta.com merangkum sejumlah kesamaan atau kemiripan dengan antara tokoh Bobby dan Roby Tremonti.
Di dalam buku Broken Strings, Aurelie mengurai cerita soal sosok pertemuannya dengan Bobby secara rinci.
Aurelie mengaku pertama kali bertemu dengan Bobby di umur 15 tahun, saat syuting iklan.
"Aku berusia lima belas tahun saat pertama kali bertemu Bobby. Dan Bobby saat itu sudah mendekati usia dua puluh sembilan tahun," tulis Aurelie.
Di buku tersebut, Aurelie juga menceritakan awal mulanya ia bisa membintangi iklan bersama Bobby.
Kala itu Aurelie disuruh berbohong soal umurnya oleh sang manajer.
"Kami dipasangkan dalam sebuah iklan, berperan sebagai sepasang kekasih. Padahal seharusnya aku tidak ada di sana. Panggilan casting itu khusus untuk model dewasa, manajerku tahu, tapi dia mengangkat bahu seperti itu bukan masalah. "kamu tulis saja dua puluh satu. Mau kerjaannya atau tidak?" katanya, seolah berbohong soal umur hanyalah hal biasa dalam dunia ini," tulis Aurelie.
Di sisi lain, viral di media sosial iklan yang diperankan oleh Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti belasan tahun silam.
Dalam iklan tersebut, Aurelie dan Roby berperan sebagai sepasang kekasih yang sulit bertemu.
Namun di akhir iklan, Aurelie dan Roby akhirnya bertemu di depan rumah.
Iklan pertemuan antara Aurelie dan Roby itu sontak ramai diperbincangkan.
Sebab menurut netizen, video di iklan Aurelie dengan Roby itu mirip seperti cerita di buku Broken Strings.
"Astaga iklan ini,"
"Ohh gara" nih iklan,"
"Iklan yg ternyata mengubah hidup seorang Aurélie jadi tragis,"
Lalu di halaman 15 bab 2, Aurelie menceritakan saat bertemu pertama kali dengan Bobby, pria tersebut, memiliki tindik di bawah bibir, anting di kedua telinga, juga memakai kalung rantai.
"Kami dipasangkan dalam sebuah iklan, berperan sebagai sepasang kekasih. Aku masih ingat tindik tepat di bawah bibir bawahnya, anting di kedua telinga, rantai tebal di lehernya," tulisnya dalam buku Broken Strings.
Ciri-ciri tersebut rupanya serupa dengan penampilan Roby Tremonti dalam foto lawasnya bersama Aurelie Moeremans.
Baca juga: 5 Poin Klarifikasi Roby Tremonti Ancam Hesti Purwadinata, Ketar-ketir Diboikot, Takut Tak Ada Job
Di dalam Broken Strings Aurelie Moeremans, menceritakan Bobby merencanakan untuk membuat tato bersama dengannya.
"Bobby sudah merencanakan semuanya. Katanya ia ingin tato bergambar Yesus di lengan kanan, supaya orang tahu betapa religiusnya ia," tulis Aurelie.
Bahkan menurut Aurelie, ia sudah merencanakan tato itu untuk merekam adegan dirinya bermain gitar.
"Katanya juga itu sudut terbaik dia di kamera, supaya kalau nanti ia main gitar dan direkam, tatonya bisa kelihatan," tulisnya lagi.
Menurut Aurelie, Bobby bahkan sejak malam sudah latihan bicara di depan cermin seperti sedang konferensi pers.
"Ia menanyakan kalimat mana yang terdengar paling tulus, apakah ia harus lebih sering menyebut nama Tuhan, atau menyinggung soal pengampunan. Ia yakin
ini akan jadi momennya," kata Aurelie.
Pada hari itu, ia memanggil wartawan untuk mengabadikan momen mereka membuat tato bersama.
"Hari itu semuanya berjalan persis seperti yang ia rancang. Aku membuat tato bulu di kaki, sementara ia duduk di sebelahku membuat tato besar wajah Yesus di lengan kanannya," tulis Aurelie.
Namun rupanya setelah videonya tayang, yang dimunculkan hanya wajah Aurelie beserta tato dan ceritanya.
Karena tak ada wajahnya sama sekali di video itu, Bobby pun marah besar.
“Serius? Aku duduk di situ seharian, tahan sakit, kasih semua, dan mereka bahkan tidak tayangkan tato Yesusku?” Membuatku terlihat buruk tidak cukup. Ia juga ingin sorotan," tulisnya lagi.
Dilihat dari akun Instagramnya, rupanya Roby Tremonti sempat memposting foto dirinya sedang di pantai.
Foto yang ia unggah pada tahun 2015 memperlihatkan tato di tangan kanannya.
Tato itu bergambar Yesus dengan ukuran yang cukup besar.
Rupanya di tahun 2021, Roby juga sempat memposting video dirinya bermain gitar.
Persis seperti yang ditulis Aurelie, ia merekam momen dirinya bemain gitar memakai kaus tanpa lengan.
Hal itu membuat tato Yesus di tangan kananya menjadi terlihat dengan jelas.
Meski dalam buku tersebut Aurelie Moeremans tidak secara eksplisit menyebut nama Roby Tremonti.
Namun, Roby tetap angkat bicara.
Ia mengaku selama ini memilih bungkam demi menghindari konflik, namun situasi kini dianggap sudah keterlaluan.
“16 tahun gue diam aja diinjak-injak, dihina-hina, bacot aja ngomong gitu, relevansinya di mana?” ujar Roby Tremonti, mengutip video yang beredar di media sosial X, Selasa, 13 Januari 2026.
Roby Tremonti juga membantah keras tudingan yang menyebut dirinya pernah melakukan kekerasan dalam hubungan dengan Aurelie Moeremans.
Ia bahkan menantang pihak-pihak yang menuduhnya untuk menunjukkan bukti konkret.
“Gue dibilang KDRT lah segala macam, buktinya dong mana?” kata Roby dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Roby menjelaskan alasan dirinya enggan membuka masa lalu hubungannya dengan Aurelie Moeremans.
Menurutnya, sikap diam tersebut diambil semata-mata untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari konflik berkepanjangan.
“Dari dulu gue nggak mau konflik, gue tipikal. 16 tahun gue diam,” ujarnya.
Namun, seiring cerita dalam buku Broken Strings yang semakin ramai diperbincangkan, Roby menilai situasi justru semakin memanas dan merugikan dirinya secara personal maupun profesional.
Ia pun kini mulai mempertimbangkan langkah hukum.
Roby Tremonti mengaku tidak menutup kemungkinan akan melaporkan pihak-pihak yang dinilainya menyebarkan tuduhan tidak berdasar.
Bahkan, ia menyebut siap menuntut Aurelie Moeremans jika tudingan tersebut terus diarahkan kepadanya.
“Kalau ada celahnya sih gue proses kelihatannya. Kalau dia masih koar-koar, hati-hati, saya nggak mundur,” tegas Roby.
Diketahui Aurelie dan Roby dikabarkan sempat menikah pada 2011.
Pernikahan itu disebut berlangsung tanpa dihadiri keluarga Aurelie.
Ibunda Aurelie pun menuding Roby telah mencuci otak anaknya.
Aurelie diketahui telah berpisah dengan Roby pada tahun 2013.
Roby diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Aurelie.
Hingga akhirnya, Aurelie kembali ke orangtuanya.
Aurelie kini menyebut pernikahan tersebut hanya diakui oleh Roby secara sepihak.
"Aku ke Katedral di Bogor, aku ketemu sama Romo Driyanto, beliau baik sekali, aku cerita semua dari A sampai Z tentang kasus aku yang dulu. Aku ngadu ke dia ada salah satu gereja di Cibinong yang ngeluarin surat nikah di gereja yang aku tahu itu palsu, aku tahu itu permainan pastor dan si orang itu," kata Aurelie di akun Youtube-nya.
(TribunTrends/TribunJakarta)