BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menjadi sejarah bagi Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel) dikunjungi Presiden Prabowo Subianto. Sekolah yang berlokasi di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin
Jalan Trikora, Landasanulin, tersebut dipilih menjadi lokasi peresmian Program Sekolah Rakyat secara nasional pada Senin (12/1).
Sehari setelah agenda yang dihadiri ribuan tamu tersebut, kesibukan masih terasa di SRT9 Banjarbaru. Pada Selasa (13/1) pagi hingga menjelang tengah hari, siswa-siswi melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah..
Setelah kerja bakti selesai, anak-anak dari keluarga tidak mampu tersebut kembali ke asrama atau kamar masing-masing dan melakukan aktivitas seperti biasa.
Kepala SRT9, Rifqi Hakim mengatakan, kegiatan siswa pada Selasa hanya kerja bakti dan istirahat alias belum melaksanakan belajar-mengajar. “Anak-anak Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru hari ini kerja bakti,” katanya saat ditemui di ruang kerja.
Dia pun mengungkapkan penunjukan sebagai tuan rumah terjadi secara mendadak. Ia mengaku dihubungi langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang menanyakan kesiapan sekolah apabila dikunjungi Presiden.
“Langsung pak menteri menelpon saya menanyakan apakah kalau SRT 9 Banjarbaru dikunjungi Presiden siap, kami hanya menjawab insya Allah siap. Akhirnya Pak Menteri dan Pak Sekjen datang ke sini dan itu meyakinkan saya bahwa kami memang terpilih untuk menjadi tempat launching 166 SR se-Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Akhir Kisah Video Viral Pencurian Sapi di Tanahlaut, Semua Pihak Berdamai dan Siap Klarifikasi
Rifqi juga mengungkapkan kesan mendalam, baik bagi dirinya maupun siswa-siswi, atas kunjungan langsung Presiden ke sekolah mereka. Menurutnya, hal tersebut sebelumnya nyaris tidak pernah terlintas dalam benak mereka.
Meski waktu persiapan terbilang sangat singkat, seluruh rangkaian acara penyambutan Presiden berjalan dengan lancar. Bahkan, Presiden disebut terkesan dengan penampilan serta antusiasme siswa-siswi SRT 9 Banjarbaru.
“Persiapan sangat luar biasa, kami punya waktu sangat mepet satu minggu, dari persiapan lahan, tampilan-tampilan, hingga sarana prasarana yang akan ditinjau Presiden,” kata Rifqi.
Kepala SRT 9 Banjarbaru ini juga mengaku sempat berbincang-bincang dengan Presiden saat beliau meninjau fasilitas Sekolah Rakyat ini.
“Beliau (Presiden) banyak bertanya tentang sekolah rakyat, hal-hal apa yang dilakukan, berasal dari mana anak-anak ini dan apakah benar-benar layak masuk ke Sekolah Rakyat dan lain-lain,” katanya.
Rifqi juga mengungkapkan bahwa Presiden sempat memberikan pesan untuk seluruh Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia melalui dirinya agar mengutamakan untuk membantu siswa agar mereka bisa menggapai cita-citanya selayaknya anak-anak lain di sekolah umum. (riz)