Normalisasi Alur Berhasil, Kapal Petikemas Kembali Sandar Aman di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
January 14, 2026 11:54 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Upaya normalisasi alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menunjukkan hasil yang positif dan konsisten.

Pelabuhan kini kembali mampu melayani kapal petikemas secara aman dan terkendali, seiring dengan proses normalisasi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Kapal petikemas KM Oriental Samudra dengan Length Over All (LOA) 127 meter dan draft kedalaman 6,1 meter berhasil sandar di Pelabuhan Pulau Baai pada Selasa (13/1/2026).

Dalam operasinya, kapal tersebut melakukan kegiatan bongkar sebanyak 21 peti kemas bermuatan serta muat 59 peti kemas kosong tanpa mengalami kendala operasional.

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan keberhasilan sandarnya kapal petikemas tersebut menjadi indikator nyata meningkatnya keandalan alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai.

Menurut Dimas, normalisasi alur bukanlah pekerjaan instan, melainkan proses berkelanjutan yang terus dikawal oleh Pelindo.

“Masuknya kapal petikemas dengan spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa alur pelayaran semakin siap mendukung operasional pelabuhan secara berkesinambungan,” ungkap Dimas dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026) pagi.

Dimas menambahkan, terbukanya kembali akses pelayaran yang aman berdampak langsung terhadap kelancaran arus logistik di Bengkulu.

Distribusi barang kebutuhan pokok, komoditas, hingga logistik pendukung ke wilayah kepulauan seperti Pulau Enggano kini dapat berjalan lebih optimal.

“Pelabuhan Pulau Baai merupakan simpul utama konektivitas Bengkulu dan Pulau Enggano. Ketika alur pelayaran terjaga, maka kepastian layanan meningkat dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat bergerak lebih stabil,” jelas Dimas.

Pelindo Regional 2 Bengkulu, lanjut Dimas, terus melakukan pemantauan kondisi alur, penguatan aspek keselamatan pelayaran, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan hasil normalisasi sekaligus mendukung peran Pelabuhan Pulau Baai sebagai penggerak perekonomian daerah dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Pulau Baai Bengkulu, Petrus Christanto Maturbongs, menegaskan bahwa pelayanan kapal petikemas tersebut telah memenuhi standar keselamatan dan kelaiklautan pelabuhan.

“Dari sisi keselamatan pelayaran, alur Pelabuhan Pulau Baai dalam kondisi aman dan layak dilalui. Kapal petikemas dengan panjang 127 meter dan draft 6,1 meter dapat melintas serta melakukan bongkar muat sesuai ketentuan teknis,” kata Petrus.

Petrus menjelaskan bahwa KSOP secara berkelanjutan melakukan pengawasan terhadap kondisi alur, termasuk pengaturan lalu lintas kapal, pemanduan, serta koordinasi dengan operator pelabuhan guna memastikan keselamatan kapal, awak, dan muatan.

Menurutnya, terjaganya fungsi alur pelayaran memberikan kepastian bagi pengguna jasa sekaligus menjadi fondasi penting bagi peningkatan aktivitas logistik dan konektivitas wilayah Bengkulu, termasuk ke Pulau Enggano.

“Terjaganya fungsi alur pelayaran memberikan kepastian bagi pengguna jasa sekaligus menjadi fondasi penting bagi peningkatan aktivitas logistik dan konektivitas wilayah Bengkulu, termasuk ke Pulau Enggano,” tutup Petrus.

Dengan semakin stabilnya kondisi alur pelayaran, Pelabuhan Pulau Baai diharapkan terus berperan sebagai gerbang logistik strategis di pesisir barat Sumatra yang mendukung konektivitas, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara berkelanjutan. (rilis)

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.