TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, memposting foto bersama pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman pada Selasa (13/1/2026) kemarin.
Foto tersebut diambil dalam acara jumpa pers perkenalan John Herdman ke publik yang diselenggarakan oleh PSSI di Jakarta.
Dalam caption unggahan tersebut, Erick Thohir mengungkapkan rasa optimisme untuk kemajuan Timnas Indonesia bersama tim kepelatihan John Herdman.
Ia juga berharap John segera dapat beradaptasi dengan kondisi dan atmosfer sepak bola di Indonesia.
"Selamat bergabung di Timnas Indonesia, Coach John Herdman @officialjohnherdman."
"Semoga cepat beradaptasi, menikmati atmosfer sepak bola Tanah Air, dan memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia."
"Mari berjuang untuk membanggakan Indonesia," tulis caption Instagram Erick Thohir.
Di kolom komentar, terdapat dua kubu netizen yang memiliki pandangan tersendiri dalam menyikapi postingan Erick Thohir bersama John Herdman.
Kubu pertama adalah netizen yang optimis untuk kemajuan sepak bola Indonesia di bawah pelatih kelahiran Cosset, Inggris itu.
Mereka mendoakan yang terbaik untuk perjalanan pelatih berusia 50 tahun bersama Pasukan Garuda.
"Pekerjaan paling berbahaya, semoga lancar coach," tulis seorang netizen di kolom postingan Erick Thohir.
"Era baru dimulai dari sekarang," sambung netizen yang lain.
"Ayo bisa terbang lagi," kata netizen.
Baca juga: Erick Thohir: PSSI Masuk Era Baru Saat Timnas Indonesia Ditangani John Hermand
Sementara itu, di kubu lain, terdapat netizen yang mengungkapkan komentar dalam tone negatif.
Dari konteks ungkapan tersebut, netizen merasa PSSI hanya mengulang pola kegagalan sebelumnya dalam penunjukan pelatih Timnas Indonesia.
Ke depan, jika John Herdman gagal membawa Timnas Indonesia berprestasi, maka PSSI berpotensi serupa melakukan pemecatan seperti yang diterima oleh Patrick Kluivert pada Oktober 2025 lalu.
"Kita mulai dari nol ya, nanti kalau gagal kita ulang dari nol lagi. Kalau gagal lagi mulai dari nol lagi. Kalau gagal lagi nol lagi. Semua kita kasih nol ya," tulis seorang netizen.
Maksud dari netizen patut dipaham,i karena setiap pergantian pelatih membawa penerapan sistem yang berbeda di sebuah tim.
Maka, diharapkan PSSI perlu mencari sistem yang paten dengan menerapkan struktur kepelatihan dalam jangka yang panjang.
John Herdman merupakan pelatih kelahiran Consett, Inggris, pada 19 Juli 1975.
Ia mengawali karier kepelatihannya di lingkungan akademi Sunderland, sebelum juga menekuni dunia akademis sebagai pengajar di Northumbria University, Inggris.
Babak baru dalam kariernya dimulai ketika ia menerima tawaran jangka panjang dari Federasi Sepak Bola Selandia Baru untuk menangani tim nasional putra dan putri pada periode 2003 hingga 2011.
Di sana, pelatih berusia 50 tahun itu mengawal tim dalam sejumlah ajang prestisius, yakni Piala Dunia Wanita U-20 2006 di Rusia, Piala Dunia Wanita U-20 2008 di Chile, Piala Dunia Wanita senior 2008 di China, serta Piala Dunia Wanita 2011 di Jerman.
Pengalaman serupa juga ia rasakan bersama Kanada.
Di sektor putra, Herdman memimpin Kanada pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Sementara di sektor putri, catatan pentingnya tercatat ketika Kanada tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita 2015.
Tak hanya di level senior, Herdman turut berperan besar dalam pembinaan usia muda.
Ia mengawal perjalanan Kanada di Piala Dunia U-20 2012 di Jepang, Piala Dunia U-20 2014 di Kosta Rika, serta Piala Dunia U-17 2016 di Yordania.
Pada fase terakhir sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Herdman sempat merasakan ketatnya kompetisi Major League Soccer (MLS) bersama Toronto FC.
Namun, catatan kurang memuaskan dengan 25 kekalahan dari 46 pertandingan membuat kebersamaan tersebut berakhir setelah satu musim, tepatnya pada 29 November 2024.
Setelah berstatus tanpa klub selama kurang lebih satu musim, John Herdman kini resmi mengemban tugas sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Dalam ucapan sambutannya, John menatap perjalanan bersama Timnas Indonesia dengan optimis.
Timnas Indonesia memiliki target tujuan yang jelas bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
"Saya menantikan perjalanan di sini, bersama Ketua PSSI yang memiliki pandangan visi dan target ke depan, saya melihatnya dengan semangat," ucap John dilansir kanal YouTube PSSI, Selasa (13/1/2026).
John Herdman melihat Indonesia memiliki potensi dan bakat yang mumpuni untuk menembus target utama di Piala Dunia 2030 mendatang.
Pelatih berusia 50 tahun itu akan menyumbangkan pengetahuan dan pengalamannya untuk membangun Timnas Indonesia.
"Ketika saya melihat Indonesia, saya melihat mereka punya banyak bakat. Maka, saya menanti projek ke depan untuk menempatkan Indonesia di posisi yang seharusnya," ucap Herdman.
"Saya akan bawa pengalaman dan perjalanan saya sebelumnya untuk membangun tim ini," jelasnya.
(Tribunnews.com/Bayu Panegak)