Ketua Fraksi Gerindra Tegaskan Penanganan Banjir Harus Kolektif Libatkan Kepala Daerah Lain
January 14, 2026 04:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Ciruas, khususnya di Komplek Taman Ciruas Permai dan Komplek Bumi Ciruas Permai 2, tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan lintas wilayah.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Muhibbin saat meninjau langsung lokasi banjir, Selasa (13/1/2026) malam.

Menurutnya, persoalan banjir di Kabupaten Serang, termasuk di Desa Ranjeng dan Ciruas, berkaitan erat dengan sistem aliran sungai yang hulunya berada di Kota Serang dan hilirnya masuk ke wilayah Kabupaten Serang. Karena itu, solusi banjir tidak bisa hanya dibebankan pada satu daerah saja.

"Kalau bicara banjir karena luapan sungai, itu tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Hulunya di Kota Serang, hilirnya di Kabupaten Serang. Maka penanganannya harus kolektif dan kolaboratif," ujar Muhibbin.

Baca juga: Jalan Kaki Terobos Banjir di Ciruas, Bupati Serang Ratu Zakiyah Beri Bantuan Warga

Ia menjelaskan, komitmen penanganan banjir lintas wilayah tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi di Pendopo Gubernur Banten pada akhir Desember 2025 lalu.

Dalam rapat itu, Gubernur Banten memimpin langsung koordinasi bersama Bupati Serang, Wali Kota Serang, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Ciujung–Cidurian.

"Sudah jelas dibagi tugasnya. Kabupaten Serang mengerjakan apa, Kota Serang mengerjakan apa, Provinsi Banten mengerjakan apa, dan BBWS mengerjakan apa. Semua sudah menjadi komitmen bersama," jelasnya.

Muhibbin menyebutkan, saat ini langkah darurat telah dilakukan, termasuk pengerahan alat pompa air oleh Pemprov Banten, Pemkab Serang, serta BBWS untuk mengurangi genangan di kawasan terdampak. 

Namun, upaya teknis jangka panjang baru bisa dilakukan setelah kondisi banjir benar-benar surut.

"Dalam kondisi banjir, kita memang belum bisa bekerja maksimal secara teknis. Setelah air surut, baru penanganan jangka panjang bisa dilakukan bersama-sama," katanya.

Ia juga mengakui bahwa sejumlah kawasan perumahan berada di posisi lebih rendah dari badan sungai, sehingga membutuhkan solusi teknis khusus dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muhibin menyampaikan rasa prihatin kepada warga terdampak banjir dan meminta masyarakat untuk tetap bersabar serta mempercayakan penanganan kepada pemerintah di semua tingkatan.

"Kami turut prihatin atas musibah ini. Mohon masyarakat bersabar dan percaya kepada pemerintah, baik Pemkab Serang, Pemkot Serang, Pemerintah Provinsi Banten, maupun BBWS. Insyaallah, dengan semangat kolektif dan kolaboratif, persoalan banjir ini akan diselesaikan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.