TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, masih ada pihak yang terkesan santai menghadapi maraknya praktik ballpress ilegal atau impor pakaian bekas ilegal.
Bahkan menurut Purbaya, sikap serupa juga terlihat dari sebagian orang di lingkungan Kemenkeu.
Padahal, sejak tahun lalu, Purbaya sudah memberi peringatan keras bahwa pemerintah akan menutup pasar barang impor ilegal, termasuk ballpress.
Baca juga: Bareskrim Bongkar Kasus Pencucian Uang Rp669 M dari Impor Ilegal Pakaian Bekas, 2 Tersangka Ditahan
"Banyak yang masih santai-santai aja tuh orang-orang di keuangan juga agak-agak aneh," ucap Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menurut Purbaya, masuknya ballpress sebenarnya bisa dengan mudah ditelusuri asal-usulnya, termasuk siapa saja pemain besar di baliknya.
Ia mengaku telah meminta laporan dan informasi terkait hal tersebut. Namun, laporan yang diterima justru terkesan berbelit dan sulit ditelusuri.
"Misalnya ballpress masuk kan ketauan tuh itu dari siapa ada beberapa pemain besar yang tahu oke, kamu cari deh itu cukong-cukong yang besarnya saya yakin mereka punya kasih ke saya informasinya," ucap Purbaya.
"Laporannya apa? wah gak bisa pak itu susah sekali nyari-nyari. Wah begini udah begitu. Dalam hati, gua tau lo masuk angin," imbuh Purbaya.
Meski demikian, Purbaya memastikan pemerintah saat ini tengah melakukan pembenahan serius untuk membereskan praktik-praktik ilegal tersebut.
"Itu masih terjadi jadi sebentar lagi kita bereskan saya gak tau berapa cepat bisa beresin, tapi kan ada gerakan tuh sekarang memperbaiki itu ya biarin aja," tegas dia.