Ayah dan Ibu Evia Merasa Aneh Dengan Keterangan Polda Sulut, Bantah Ada Masalah Keluarga dan Study
January 14, 2026 05:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ayah dan ibu Evia merasa terkejut dengan keterangan pihak kepolisian Polda Sulut tentang penyebab kematian putrinya. 

"Mereka merasa aneh," kata Kuasa hukum keluarga Evia, Niczem Alfa Wengen Rabu (14/1/2026). 

Ia mengatakan, pihak keluarga melapor ke Polda dengan laporan kekerasan seksual dan bukan murni akhiri hidup. 

Sebut dia, pihak keluarga berencana ketemu pihak PPA untuk klarifikasi sembari membawa bukti tambahan. 

Ia menuturkan, Evia tidak memiliki masalah study dan keluarga. 

"Saya ketemu dosennya, nilai Evia itu dari semester 1 hingga semester 8 semuanya A atau B, bahkan untuk semester delapan nilainya A semua, IP nya 3.73, jadi tak ada masalah study," katanya. 

Pun masalah keluarga. Tidak ada masalah keluarga. "Tidak ada permasalahan keluarga, ada chating ibunya dan Evia, semua kebutuhan dipenuhi keluarga," kata dia. 
Terkait masalah asmara, ia mengatakan, beroleh keterangan langsung dari pacar Evia. 

"Tanggal 29 Evia sempat menelepon pacarnya dan ingin curhat, tapi pacarnya yang lelah karena bertugas meminta waktu esok, tapi Evia ingin curhat dan pacarnya kelelahan hingga keduanya marahan, hanya itu saja," kata dia. 

Aparat penyidik PPA Polda Sulut terus merampungkan penyelidikan terkait dugaan pelecehan seksual oleh oknum Dosen DM terhadap Evia, mahasiswa Unima yang tewas tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, beberapa waktu yang lalu. 

Kuasa hukum keluarga Evia, Niczem Alfa Wengen menuturkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak PPA Polda Sulut. 

"Dari pihak Polda Sulut tengah dalam tahapan pengumpulan bukti lain dan kajian," kata dia kepada Tribun manado.com via WA Rabu (14/1/2026). 

Menurut dia, kasus itu segera diadakan gelar perkara. 

Terinformasi, sudah ada unsur mens rea sebagai dasar untuk membawa kasus ini ke ranah pidana. 

"Untuk kasus pelecehan seksual sudah ada mens reanya," katanya. 

Ungkap dia, keluarga Evia mendatangi Polda Sulut pada Selasa (13/1/2026). 

Mereka berencana ketemu Dir PPA. 

"Namun ternyata ada kegiatan," katanya. 

Dikatakannya, kedua orang tua Evia ingin terus mencari keadilan terhadap kematian anak mereka. 

Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi menegaskan akan melanjutkan penyelidikan laporan pelecahan terhadap Evia Maria Mangolo, mahasiswi UNIMA yang ditemukan tewas di tempat kos Tomohon.

Baca juga: Kasus Kematian Evia, Penyidik Polda Sulut Segera Gelar Perkara Kasus Pelecehan: Ada Unsur Mens Rea

"Kita akan terus lanjutkan penyidikan kasus pelecahan yang dilaporkan oleh pihak keluarga korban," ujar Suryadi saat diwawancarai awak media di Polda Sulut, Senin (12/1/2025).

Suryadi mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada 13 saksi yang diperiksa oleh penyidik.

"Termasuk okum dosen DM dan keluarga korban telah kita minta keterangan," ujar Suryadi.

Menurutnya, pihak penyidik masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan terkait dugaan pelecehan ini.

"Saksi-saksi kunci teman-teman korban yang melihat DM membawa korban ke mobil sudah kita minta keterangan jadi kasus ini masih terus berjalan.

Laporan pelecahan kita lanjut, meksipun untuk kesimpulan sementara korban meninggal karena mengakhiri hidup seperti yang kami sampaikan," tuturnya.

Menurutnya, kasus ini ditangani secara profesional dan transparan, sehingga masyarakat harus percaya kepada pihak kepolisian.

"Kami berharap masyarakat tetap mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian," terangnya.

Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, menjelaskan dari penyelidikan sementara, Evia meningal karena mengakhiri hidup.

"Ini kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan korban karena depresi," ujar Suryadi didampingi Dires PPA /PPO Noni Sengkey dan Iptu Hasi Berto, 
Senin (12/1/2025).

Suryadi mengungkapkan, korban diduga mengalami depresi karena ada tekanan masalah yang dihadapi selama ini.

"Dari bukti-bukti yang kami temui diduga korban depresi karena masalah keluarga, studi dan hubungan asmara," ujar Suryadi.

Menurutnya, penyidik masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan dokter terkait depresi yang dialami korban.

"Kita juga meminta keterangan pihak keluarga, dan juga pacar dari korban.

Yang pasti kasus ini terus kita dalami karena ini sudah dilaporkan ke Polda Sulut," pungkasnya. (Art) 

(TribunManado.co.id/Art)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.