Kronologi Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang 19 Hari di Gunung Slamet hingga Ditemukan Tewas
January 14, 2026 06:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Siswa kelas XII SMAN 5 Kota Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razani (18), hilang saat mendaki di Gunung Slamet, Magelang.

Syafiq Ridhan Ali Razani hilang pada Sabtu (27/12/2025) lalu.

Setelah 19 hari pencarian, Syafiq Ridhan Ali Razani ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Syafiq ditemukan di lereng puncak selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.

Saat ini, proses evakuasi jasad siswa kelas 12 SMAN 5 Kota Magelang ini masih terus dilakukan.

Meski kondisi kabut tebal, seluruh relawan yang terlibat saat ini sedang berkoordinasi untuk berupaya membawa jenazah Syafiq Ali turun menuju basecamp.

Baca juga: Sosok dan Kronologi Sertu Fadly Peras Mantan Kekasih Pakai VCS, Modus Calon Persit Harus Perawan

Kronologi Syafiq Hilang hingga Ditemukan Tewas

Syafiq Ridhan Ali Razani, siswa kelas XII SMAN 5 Kota Magelang, mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (27/12/2025).

Keduanya melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Kakak kandung Syafiq, Naufal Hisyam (24), mengatakan adiknya sempat berpamitan kepada keluarga dengan menyebut tujuan pendakian Gunung Sumbing.

Namun keluarga baru mengetahui Syafiq berada di Gunung Slamet setelah menerima foto dari basecamp.

“Awalnya bilangnya mau ke Gunung Sumbing. Tiba-tiba mengirim foto dari basecamp Slamet,” ujar Naufal.

Syafiq juga menyampaikan kepada keluarga bahwa pendakian dilakukan secara tektok dan akan turun pada Minggu sore.

Namun hingga Minggu malam, keluarga tidak menerima kabar apa pun.

Setelah dilakukan pengecekan, KTP dan sepeda motor Syafiq diketahui masih berada di basecamp Dipajaya, namun posisi korban masih belum diketahui.

Pada Selasa (30/12/2025), Himawan ditemukan oleh pendaki lain di sekitar Pos 5 Gunung Slamet dalam kondisi lemas dan duduk sendirian.

Ia kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan tiba di basecamp sekitar pukul 20.00–21.00 WIB untuk mendapatkan perawatan medis. 

Setelah mendapatkan perawatan, kondisi Himawan membaik. Namun keterangan yang disampaikannya masih belum konsisten dan diduga dipengaruhi kelelahan atau trauma.

Berdasarkan dugaan sementara, Syafiq dan Himawan terpisah di sekitar Pos 5 ketika Himawan mengalami kram kaki.

Sesuai keterangan yang diungkap, dalam kondisi tersebut, Syafiq berinisiatif turun untuk mencari bantuan untuk Himawan.

Naufal juga menyampaikan adanya informasi dari pendaki lain yang sempat bertemu Syafiq di sekitar Pos 3.

Dua pendaki perempuan mengaku sempat mengikuti Syafiq turun melalui jalur kanan karena dianggap lebih aman saat hujan.

Namun di tengah perjalanan, jejak Syafiq tiba-tiba menghilang. Sementara, jalur yang dilalui diketahui bukan jalur resmi dan ternyata merupakan jalur yang salah.

Operasi SAR Dilakukan untuk Mencari Korban

Setelah laporan kehilangan diterima, operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Hingga Sabtu (3/1/2026), sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan dan area pencarian diperluas hingga radius 5 kilometer dari titik terakhir keberadaan korban.

Komandan Posko Pencarian di Basecamp Dipajaya, Dani Fitra Maulana, mengatakan perluasan dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban meski dihadapkan pada cuaca yang kurang bersahabat.

"Jumlah total personel sampai hari ini sebanyak 111 orang. Untuk area pencarian, kami perluas hingga radius 5 kilometer dari titik terakhir korban yang sebelumnya berhasil dievakuasi," ujar Dani.

Dalam pelaksanaan pencarian, personel dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).

"Empat SRU kami sebar. SRU pertama di area Pos Pelawangan hingga jalur Gunung Malang. SRU kedua di area Pos 6 sampai Pos 5. SRU ketiga dari Pos 6 ke arah Basecamp Cemoro Sakti."

"Sementara SRU keempat melakukan penyisiran dari Pos 4 menuju Pos 3," jelasnya.

Rescuer Kantor SAR Semarang Unit Siaga SAR Pemalang, Handika Hengki, menyampaikan pencarian terus dilakukan meski dihadapkan pada cuaca ekstrem.

"Tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, sementara kondisi cuaca ekstrem di kawasan puncak menjadi kendala utama dalam proses pencarian."

"Untuk update pencarian sampai hari ini, hasilnya masih nihil. Kendala utama yang kami hadapi adalah cuaca di atas yang sering terjadi badai," ujar Handika.

Syafiq Ridhan Ali Razan hilang saat mendaki Gunung Slamet pada 27 Desember 2025 dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026) atau setelah 17 hari pencarian. (Dok istimewa/Tribun Jogja/IST/Dok Pr)

Ia menegaskan pencarian tetap dilakukan sesuai prosedur.

"Kami tetap melakukan pencarian sesuai prosedur dan mempertimbangkan kondisi cuaca. Keselamatan tim juga menjadi prioritas utama," tambahnya. 

Kapolsek Pulosari, Iptu Bambang Hadi Busono, menyampaikan hal serupa. 

"Sampai saat ini korban belum diketemukan. Namun pencarian tetap dilakukan dengan melibatkan 111 personel Tim SAR."

"Seluruh tim masih berada di atas untuk melakukan penyisiran," ujarnya.

Menurutnya, pencarian difokuskan pada jalur pendakian dan area di luar jalur.

"Meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat, proses pencarian tetap dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan personel," ujarnya.

Syafiq Ali Belum Ditemukan saat Operasi SAR Resmi Ditutup 

Pada Rabu (7/1/2026), operasi SAR resmi ditutup setelah dua pekan pencarian tidak membuahkan hasil.

"Operasi SAR satu pendaki yang tersesat di Gunung Slamet lewat Dipajaya telah resmi ditutup dan dialihkan ke pemantauan."

"Jika ada teman-teman yang masih akan mencari, bisa berkoordinasi dengan Posko Dipajaya maupun Basarnas," kata Handika, dikutip dari Kompas TV.

Sementara itu, hingga Jumat pagi, orang tua Syafiq masih bertahan di kawasan basecamp Dipajaya dan memilih menginap di rumah warga sekitar sambil menunggu perkembangan.

Baca juga: Sosok Iptu Irham, Kasat Narkoba Polres Bone Bantah Anggotanya Peras Tersangka Narkoba: Tidak Ada

Relawan Lanjutkan Pencarian Secara Mandiri

Dua hari berselang, pencarian Syafiq Ali kemudian dilanjutkan relawan secara mandiri sejak Jumat (9/1/2026) melalui jalur Bambangan Purbalingga dan Baturraden Banyumas.

Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, mengatakan pencarian dilakukan atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral.

"Tiga hari kemarin, kami kembali menelusuri area sesuai pemetaan dari Basarnas, bahkan kami maksimalkan lagi."

"Tapi, sampai hari Minggu (11/1/2026) kemarin, belum ada tanda-tanda," ujar Syaiful.

Ia mengatakan pencarian diperluas ke jalur Baturraden. "Semalam, kami sudah koordinasi dengan Basecamp Bambangan."

"Dari situ, kami sepakat memperluas pencarian ke jalur Baturraden. Karena secara histori, seringkali pendaki itu nyasar ke jalur ini," jelasnya.

Kabar Hoaks Sempat Beredar, Informasi Temuan Ditepis

Syaiful juga menepis informasi soal bau tidak sedap dan kabar penemuan korban.

"Memang terdeteksi bau tapi bukan di pos 7."

"Setelah kami cek, ternyata bau itu berasal dari temuan daging ayam yang dibuang pendaki. Jadi, bukan tanda-tanda korban," tegasnya.

"Sampai saat ini, kami masih menunggu kabar pencarian terbaru karena sinyal di area itu sangat terbatas."

"Sejak kemarin, kami juga belum menemukan adanya tanda-tanda penemuan korban," ujarnya. 

Syafiq Ali Ditemukan di Lereng Puncak Selatan

Upaya relawan akhirnya membuahkan hasil.

Syafiq Ridhan Ali Razani ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026) di lereng puncak selatan Gunung Slamet, di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden. 

Kabar tersebut disampaikan akun resmi Basecamp Bambangan Purbalingga.

"Alhamdulillah, survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan."

"Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden."

"Saat ini masih dalam proses evakuasi," tulis akun tersebut.

Dengan ditemukannya Syafiq Ali, usaha pencarian oleh relawan dinyatakan berhasil dan dilanjutkan dengan upaya evakuasi jenazah untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Roby Tremonti Ogah Dicap Predator, Sebut Tak Pernah Ceraikan Aurelie Moeremans

Dilansir dari Kompas.com, Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyatakan jasad Syafiq ditemukan relawan sekitar pukul 10.00 WIB di jalur yang menghubungkan kawasan Gunung Malang dan Baturraden.  

"Iya sudah ditemukan kurang lebih antara pukul 10.00 WIB tadi. Lokasi di bebatuan jurang Kali (Sungai) Lembarang.

Pencarian di antara lingkaran kuning," kata Sugeng ketika dihubungi Kompas.com, Rabu.

Dengan ditemukannya Syafiq Ali, usaha pencarian oleh relawan dinyatakan berhasil dan dilanjutkan dengan upaya evakuasi jenazah untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Rencananya, jenazah dibawa turun melalui jalur pendakian Gunung Malang.

"Selanjutnya akan dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga, estimasi waktu tim SAR sampai ke pemukiman Dukuh Gunung Malang nanti sore skitar pukul 17.00-18.00 WIB," ujar Sugeng.

Syafiq Tulis Pesan untuk Mantan

Syafiq Ridhan Ali Razan ternyata mendaki Gunung Slamet untuk menyampaikan pesan kepada mantannya.

Syafiq ditemukan di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.

Syafiq Ali diketahui melakukan pendakian ke Gunung Slamet bersama temannya, yakni Himawan Haidar Bahran pada Sabtu (27/12/2025) malam.

Saat pendakian, Syafiq diketahui membawa papan tulisan berisi pesan buat mantan.

Papan tersebut juga dipakai Ali saat berfoto di puncak Gunung Slamet.

Papan bertuliskan ditemukan ‘HI MANTAN, DAPAT SALAM DARI GUNUNG SLAMET 3428 MDPL’ itu ditemukan dalam jaket temannya yang sempat ikut hilang dalam pendakian, Himawan Choidar Bahran.

Saat ini, papan tulisan buat mantan itu disimpan di Basecamp Dipajaya.

“Kami temukan papan tulisan itu saat menemukan survivor pertama. Dalam jaket,” kata Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, Jumat (2/1/2026).

“Kondisi tubuhnya (Himawan--Red) lemas dan langsung kami evakuasi ke Basecamp Dipajaya,” sambungnya.

Sementara itu, Himawan, korban selamat yang saat ini berada di Basecamp Dipajaya membenarkan bahwa tulisan itu sengaja dibawa sampai puncak.

Tulisan untuk mantan itu memang sengaja dipesan oleh Ali di online dan dibawa saat pendakian.

Baca juga: Nasib Serma Tengku Dian Prajurit TNI yang Bunuh Istri, Dituntut Hukuman Mati

“Iya, milik dia (Syafiq Ali). Pesan dulu di online baru saya yang bawa, saya masukin ke jaket. Di atas berfoto dengan itu. Ya, katanya untuk ramai-ramai saja,” kata Himawan.

Dia mengatakan, memang Syafiq menjalin hubungan dengan seseorang. Namun sering putus nyambung.

(Bangkapos.com/Kompas.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.