TRIBUNNEWS.COM - Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan namanya di papan skor saat lawan Al Hilal dalam lanjutan Liga Arab Saudi.
Gol tersebut juga menjadi bagian dari ambisinya menembus tonggak 1.000 gol sepanjang karirnya.
Namun, momen tersebut justru membuat Al Nassr berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. Pasalnya, sang megabintang itu kini terancam hukuman skorsing 4 laga usai laga melawan Al Hilal.
Bertandang ke markas rival abadi Al Hilal di Kingdom Arena, Selasa (13/1/2026), Al Nassr harus menelan kekalahan telak 1-3.
Gol tunggal Ronaldo tak cukup menyelamatkan menyelamatkan dari kekalahan di laga sarat gengsi tersebut.
Selain itu, Hasil tersebut juga memperpanjang tren negatif Al Nassr sejak awal tahun 2026.
Tim asuhan Jorge Jesus itu sebelumnya tumbang 2-3 dari Al Ahli, kalah 1-2 dari Al Qadisiyah, dan kini dihajar Al Hilal.
Rentetan hasil buruk itu membuat Al Nassr tertinggal tujuh poin dari Al Hilal di puncak klasemen.
Situasi tersebut semakin menjauhkan impian Ronaldo untuk meraih gelar resmi pertamanya bersama Al Nassr di kompetisi domestik Arab Saudi.
Tak hanya soal hasil pertandingan, sorotan juga menyoroti reaksi Cristiano Ronaldo di atas lapangan.
Penyerang asal Portugal itu kedap air melakukan gestur protes kepada wasit yang dinilai menyiratkan bahwa Al Nassr sedang "dirampok".
Gestur tersebut tidak luput dari perhatian otoritas sepak bola setempat. Berdasarkan laporan Bein Sports, tindakan Ronaldo berpotensi melanggar Kode Disiplin dan Etika Federasi Sepak Bola Arab Saudi.
Aksi tersebut dapat dikarakterisasi sebagai perilaku merugikan dan merusak integritas wasit, pelanggaran yang juga diatur dalam regulasi FIFA ketika independensi atau ketidakberpihakan wasit diperiksa.
Baca juga: Mengkritik Christian Pulisic, Jangan Keblinger Merasa bak Ronaldo Fenomeno
Jika terbukti bersalah, Cristiano Ronaldo terancam sanksi berat.
Hukuman yang mungkin dijatuhkan mulai dari larangan bermain dua hingga empat pertandingan, disertai denda antara 20.000 riyal Saudi (89 juta) hingga 40.000 riyal Saudi (179 juta).
Apes-apesnya Ronaldo terkena hukuman maksimal, maka ia terancam absen dalam empat laga penting Al Nassr, yakni melawan Al Shabab (18 Januari), Damac (22 Januari), Al Taawoun (27 Januari), dan Al-Kholood (31 Januari).
Absennya sang kapten tentu akan semakin mempersulit ambisi Al Nassr untuk meraih gelar juara yang Liga Arab Saudi musim ini.
Sejak hijrah ke Arab Saudi, Cristiano Ronaldo memang sering terlibat dalam sejumlah kejadian aneh.
Pada Februari 2024, ia sempat dijatuhi hukuman satu pertandingan dan denda akibat melakukan gestur cabul ke arah suporter Al Shabab yang mendukung nama Lionel Messi.
Dua bulan berselang, Ronaldo kembali mendiskusikan dua pertandingan setelah menerima kartu merah saat menghadapi Al Hilal di ajang Piala Super. Laporan wasit kala itu menyebutkan adanya "perilaku memalukan" dari sang mega bintang.
Bahkan pada tahun 2023, Ronaldo sempat menuai kritik tajam akibat gesturnya ke arah tribun penonton, meski ia akhirnya terhindar dari hukuman olahraga yang lebih berat.
Cristiano Ronaldo terus menambah koleksi gol dalam karier gemilangnya. Namun, di saat yang sama, ia juga terus bersentuhan dengan momen-momen kontroversial.
Kini, keputusan akhir berada di tangan komite disiplin, dan ruang kesalahan semakin sempit bagi megabintang Portugal tersebut.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)