TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Trenggalek menyisir calon jemaah haji (CJH) yang belum melakukan perekaman Bio Visa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kemenhaj Trenggalek, Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, Rabu (14/1/2026).
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah, mengatakan perekaman Bio Visa sejatinya telah dilakukan beberapa kali, terutama bagi CJH yang telah memenuhi syarat istithaah serta melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) pada tahap I.
Namun hingga kini masih terdapat sejumlah CJH yang belum melakukan perekaman, terutama yang baru saja melakukan pelunasan BIPIH pada tahap II.
"Perekaman Bio Visa kali ini menyisir jemaah-jemaah yang belum melakukan (perekaman) bio visa. Sebenarnya sudah beberapa kali kita adakan, dan sekarang tinggal yang belum, termasuk jemaah cadangan, penggabung, dan pendamping,” ujar Subkan.
Baca juga: Wali Kota Vinanda dan Maidi Gowes Keliling Kota Kediri, Sumber Jiput Curi Perhatian
Dari pantauan TribunMataraman.com di lokasi, perekaman Bio Visa pada hari tersebut dipadati CJH yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU.
Kemenhaj Trenggalek mampu melayani perekaman Bio Visa sekitar 30 hingga 50 jemaah setiap harinya.
Menurut Subkan, lamanya proses perekaman bergantung pada kondisi masing-masing jemaah, terutama saat pengambilan sidik jari.
CJH lanjut usia (lansia) kerap membutuhkan waktu lebih lama karena sidik jari yang mulai menipis.
"Kira-kira satu hari bisa 30 sampai 50 orang. Ada yang cepat, ada yang agak lama, tergantung perekaman sidik jarinya," jelasnya.
Kemenhaj Kabupaten Trenggalek menargetkan seluruh proses perekaman Bio Visa CJH dapat diselesaikan pada Senin (19/1/2026).
Setelah proses tersebut tuntas, paspor beserta hasil perekaman Bio Visa akan dikirimkan ke Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Timur.
Subkan menambahkan, kendala yang masih ditemui saat ini adalah adanya CJH yang belum memiliki paspor.
Hal tersebut biasanya terjadi karena jemaah masih ragu apakah bisa berangkat haji pada tahun ini atau tidak.
"Biasanya jemaah mengurus paspor belakangan karena masih ragu bisa berangkat tahun ini atau tidak," pungkasnya.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik