TRIBUNTRENDS.COM - Aurelie Moeremans berusaha memulihkan trauma masa lalu dengan novel Broken Strings, Roby justru disibukkan dengan upaya membersihkan nama baiknya.
Broken Strings berisi kisah pengalaman traumatis yang dialami Aurelie, termasuk hubungan yang ia jalani sejak usia sangat muda.
Roby mengaku harus memulihkan nama baiknya karena dirinya masih harus mencari nafkah.
Baca juga: Roby Tremonti Kekeuh Bantah KDRT, Aurelie Unggah Video Lawas Saat Remaja, Gadis Kecil yang Belajar
Dikutip dari Tribunnews.com, dalam konferensi pers pada 13 Januari 2025, Roby mengatakan dirinya dirugikan dari novel Broken Strings.
Walau Aurelie telah menggunakan nama pengganti, Roby tetap merasa kisah dalam buku tersebut mengarah kepadanya.
Roby pun aktif memberikan klarifikasi di berbagai kesempatan.
“Ada perbedaan jauh antara kebenaran dan pembenaran,” ujar Roby.
Ia juga tetap meyakini bahwa foto pernikahan di gereja yang ia tunjukkan merupakan bukti sah hubungan mereka, meski Aurelie membantahnya.
“Saya tekankan tidak ada unsur niat buruk. Ini saya sampaikan sebagai bukti petunjuk,” katanya.
Dalam foto tersebut, Aurelie terlihat mengenakan gaun putih dengan penutup kepala, sementara Roby memakai setelan jas hitam.
Baca juga: Video Lawas Aurelie, Ternyata Pernah Speak Up di Media Soal Roby Tremonti: Aku Ditampar, Dijambak
Roby menyebut dirinya hanya ingin menjalani hidup dengan tenang, dan ia mengaku berpegang pada ajaran cinta kasih dan pengampunan.
“Kami ingin hidup tenang, ajaran kami adalah cinta kasih dan mengampuni,” ujarnya.
Bahkan, Roby sampai meminta bantuan Denny Sumargo agar diundang ke podcast demi menyampaikan klarifikasinya secara terbuka.
“Om Denny, tolong saya, saya nggak ada niat menjatuhkan Aurelie,
Selama 16 tahun ini saya berusaha memulihkan nama baik saya, saya harus bekerja, saya punya tanggungan,” ucap Roby.
Ia juga membantah tuduhan yang tertulis dalam Broken Strings, seraya mengungkap dampak komentar negatif yang ia terima.
“Saya tidak melakukan itu, tapi dihujat sampai ribuan komentar,” katanya.
Baca juga: Tak Berhenti di Hesti, Kini Giliran Ernest Prakasa dan Desta Dukung Aurelie, Roby Tremonti Terpojok?
Berbeda dengan Roby, Aurelie justru mengungkap bahwa trauma tersebut masih membekas hingga 16 tahun kemudian.
Ia mengaku telah menjalani hipnoterapi dan terapi psikologis untuk mengatasi luka batin yang dialaminya.
“Aku cerita ke terapis, kejadian ini sudah 16 tahun lalu, tapi traumanya masih ada,” ungkap Aurelie.
Trauma itu pula yang mendorongnya menuangkan seluruh isi hati dan ingatan ke dalam buku Broken Strings.
Aurelie mengungkap bahwa selama ini ia kerap menyalahkan dirinya sendiri, bahkan sampai melukai diri karena merasa pantas menerima perlakuan tersebut.
“Aku bilang ke terapis, kadang kalau sedih aku mukulin diri sendiri. Aku ngerasa deserve, padahal deep down aku tahu aku nggak pantas diperlakukan kasar,” tuturnya.
Sang terapis kemudian menyarankan Aurelie untuk menulis sebagai bentuk terapi. Dari sanalah Broken Strings berawal.
(TribunTrends.com/Talitha)