Atasi Banjir Kota Serang, Penanganan Permanen Sungai Cibanten Tembus Rp26 Miliar
January 14, 2026 10:07 PM

Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) memperkirakan penanganan permanen banjir yang kerap melanda Kota Serang membutuhkan anggaran sekitar Rp26 miliar.

Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana, menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran tersebut mencakup sejumlah pekerjaan fisik berskala besar, mulai dari normalisasi sungai secara menyeluruh, pembangunan tanggul di titik-titik rawan limpasan air, hingga pembangunan cek dam sebagai pengendali sedimen dari wilayah hulu.

Menurut Dedi, Sungai Cibanten menjadi salah satu prioritas karena memiliki peran vital dalam sistem drainase alami Kota Serang, namun kondisinya saat ini dinilai belum mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi.

Baca juga: Data Terbaru Banjir dan Longsor di Kabupaten Serang, 19.088 Jiwa di 17 Kecamatan Terdampak

“Penanganan permanen di Sungai Cibanten kami proyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp26 miliar. Ini bukan hanya normalisasi biasa, tetapi penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Dedi usai rapat koordinasi penanganan banjir dan normalisasi Sungai Cibanten, Rabu (14/1/2026).

Ia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial atau tambal sulam. Setiap langkah harus terintegrasi dari hulu hingga hilir sungai, dengan mempertimbangkan kondisi geografis, perubahan tata guna lahan, serta dinamika aliran air di lapangan.

“Kalau hanya ditangani di satu titik, dampaknya tidak akan signifikan. Penanganan banjir harus komprehensif dan disesuaikan dengan kondisi riil sungai dan wilayah sekitarnya,” katanya.

Dedi menjelaskan, realisasi program penanganan banjir, baik jangka pendek maupun jangka panjang, membutuhkan koordinasi lintas sektor dan lintas pemerintahan.

Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota harus duduk bersama untuk menyepakati pembagian kewenangan, skala prioritas, serta kesiapan anggaran dan peralatan.

“Hari ini kami berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Serang, termasuk dinas teknis terkait dan balai-balai lainnya. Tujuannya agar penanganan banjir yang saat ini masih terjadi bisa dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar program pengendalian banjir tidak hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi, tetapi juga preventif dalam jangka panjang.

Dengan perencanaan yang matang dan dukungan anggaran yang memadai, diharapkan Sungai Cibanten dapat kembali berfungsi optimal sebagai pengendali aliran air dan risiko banjir di Kota Serang dapat ditekan secara signifikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.