Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus memperkuat kesiapsiagaan pengamanan wilayah menjelang pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dan Operasi Ketupat 2026.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar apel pelaksanaan Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Tahun 2026.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Indra Gunawan, dan berlangsung di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Polda Maluku yang terlibat dalam Operasi KRYD, mulai dari satuan fungsi operasional hingga pendukung.
Keterlibatan lintas fungsi ini menjadi gambaran kesiapan institusi dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara terpadu dan terukur.
Dalam arahannya, Kombes Pol Indra Gunawan menegaskan bahwa Operasi KRYD merupakan bagian penting dari upaya preventif dan preemtif Polri untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa setiap personel wajib menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
“Setiap personel harus memahami perannya dan melaksanakan tugas secara profesional. Operasi KRYD bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari kesiapan kita dalam menghadapi agenda operasi besar ke depan,” tegas Indra Gunawan.
Baca juga: Selundupan Sabu Lewat Roti ke Lapas Kelas IIA Ambon, Pria Kelahiran 1993 Ditangkap Polisi
Baca juga: Musim Panen II Padi di Seram Utara, Produksi Gabah Diperkirakan Capai 22.564 ton
Lebih lanjut, Dirresnarkoba Polda Maluku menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, sikap persuasif harus berjalan seiring dengan ketegasan dalam penegakan hukum agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Keseimbangan antara pendekatan humanis dan ketegasan hukum adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Polri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Indra Gunawan juga mengingatkan seluruh personel untuk menjunjung tinggi integritas serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai citra institusi.
Sikap, perilaku, dan etika anggota Polri di lapangan, menurutnya, menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
“Kepercayaan publik adalah modal utama Polri. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan beretika,” kata Indra Gunawan menegaskan.
Selain aspek pelaksanaan di lapangan, ia turut menyoroti pentingnya mekanisme pelaporan kegiatan secara berjenjang.
Setiap tahapan kegiatan, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan, harus dilaporkan secara sistematis melalui analisa dan evaluasi (anev) serta dilaporkan ke posko operasi.
Pelaporan tersebut dinilai krusial untuk memastikan Operasi KRYD berjalan optimal, terkoordinasi, dan dapat dievaluasi secara objektif demi peningkatan kualitas pengamanan ke depan.
Dengan digelarnya apel Operasi KRYD Tahun 2026 ini, Polda Maluku kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kamtibmas, mengedepankan pendekatan humanis.
Serta memastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab demi terciptanya rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat Maluku.(*)