TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi mencatatkan kinerja positif di sektor perdagangan internasional sepanjang 2025. Di tengah ketidakpastian kondisi global, nilai ekspor daerah ini berhasil menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, nilai ekspor Banyuwangi tercatat sebesar 196 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun. Dengan demikian, terjadi peningkatan sekitar 18,37 persen secara tahunan.
Baca juga: Truk Muatan Buah Naga Tabrak Rumah di Banyuwangi, Sopir Tewas di Lokasi
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menjelaskan bahwa ekspor Banyuwangi ditopang oleh beragam produk unggulan yang telah menembus pasar internasional.
Produk-produk tersebut meliputi hasil olahan laut, ikan hias, batu apung, olahan rempah, hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga buah segar.
"Total ada 27 produk unggulan ekspor dari Banyuwangi ke sekitar 80 negara tujuan," kata Nanin, Rabu (14/1/2025).
Baca juga: Rumah Kosong di Kabat Banyuwangi Terbakar karena Korsleting Listrik
Salah satu komoditas dengan nilai ekspor terbesar berasal dari hasil olahan ikan dalam kemasan kaleng. Banyuwangi menjadi lokasi sejumlah perusahaan pengalengan ikan berskala besar yang telah menjalin kontrak ekspor dengan berbagai negara di lima benua.
"Beberapa perusahaan pengalengan ikan besar berdiri di Banyuwangi. Mereka telah menjalin kontrak kerja sama dengan negara-negara tujuan yang tersebar di lima benua," ujarnya.
Menurut Nanin, kapasitas produksi industri tersebut tergolong tinggi. Bahkan, satu perusahaan pengalengan ikan mampu mengirimkan hingga 40 kontainer ikan kemasan kaleng per hari ke luar negeri, dengan muatan mencapai puluhan ton setiap kali pengiriman.
Baca juga: Banyuwangi Miliki Bank Sperma Ternak, Salah Satu dari Dua yang Ada di Jawa Timur
"Jadi mereka telah menjalin kontrak dengan negara-negara tujuan dan rutin mengirimkan ke sana," ungkapnya.
Dengan capaian tersebut, Nanin menilai produk-produk asal Banyuwangi memiliki daya tarik kuat dan mendapatkan kepercayaan di pasar internasional. Ke depan, pemerintah daerah berharap nilai dan volume ekspor dapat terus meningkat.
Peningkatan ekspor, menurutnya, tidak hanya memperluas akses pasar produk lokal, tetapi juga memperkuat daya saing daerah. Dampak lanjutannya diharapkan mampu mendorong masuknya investasi baru serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Banyuwangi.
(TribunJatimTimur.com)