TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Sosial Kota Makassar menyulap mobil bekas menjadi kendaraan operasional layak pakai.
Empat unit kendaraan tersebut di rebranding atau penyesuaian tampilan agar dapat difungsikan secara optimal sesuai kebutuhan layanan.
Secara visual, mobil-mobil tersebut berwarna dasar putih, dengan balutan grafis mencolok yang memadukan merah, kuning, hijau, dan biru toska.
Masing-masing warna memiliki makna.
Merah melambangkan meberanian dan semangat juang dalam menghadapi tantangan sosial.
Warna kuning melambangkan harapan dan kecerahan masa depan bagi para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Putih, melambangkan ketulusan dan kesucian hati dalam melayani masyarakat.
Hijau melambangkan pertumbuhan, keseimbangan, dan upaya kita dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
Baca juga: Fitur Baru Lontara+, Hadirkan Etalase Wisata Makassar
Pada sisi bodi kendaraan tertulis jelas “TRC SARIBATTANG-Rehabilitasi Sosial”, menegaskan fungsi mobil sebagai armada Tim Reaksi Cepat untuk penanganan persoalan sosial.
Di bagian bawah juga tercantum keterangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), memperkuat identitas mobil sebagai sarana penjangkauan dan respons cepat di lapangan.
Grafis kendaraan dilengkapi ilustrasi figur pimpinan daerah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham.
Desainnya modern dan komunikatif, membuat mobil ini mudah dikenali masyarakat saat beroperasi di jalan atau saat melakukan penjangkauan sosial.
Selain empat unit kendaraan bekas tersebut, juga ada dua unit kendaraan operasional lainnya yang sudah menjadi aset di Dinas Sosial Kota Makassar berupa, Toyota Hilux dan Dalmas.
Sehingga total kendaraan operasional yang direbranding ada enam unit.
Peresmian enam mobil operasional Dinsos tersebut berlangsung di Anjungan Pantai Losari Jl Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang, Rabu (14/1/2026).
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan mobil tersebut dimaksimalkan untuk mendukung kerja-kerja penjangkauan.
"Mobil yang kita maksimalkan ini. Satu di antaranya berasal dari Dinas Kesehatan, kemudian ada juga kendaraan dari Dalmas," ungkap Andi Bukti Djufrie.
Ia menyampaikan, kendaraan tersebut telah melalui proses rebranding sehingga layak digunakan sebagai armada operasional Dinas Sosial.
Menurut Andi Bukti, keberadaan armada operasional tersebut sangat penting.
Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan lanjutan dari Wali Kota Makassar, khususnya dalam pemanfaatan aset kendaraan lain yang masih berstatus idle.
Dia menegaskan, optimalisasi aset daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan sosial tanpa harus bergantung pada anggaran besar.
"Pemanfaatan kendaraan yang ada akan berdampak langsung pada efektivitas penanganan masalah sosial di Kota Makassar," jelasnya.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muhammad Zuhur Daeng Ranca, menjelaskan, kendaraan operasional tersebut akan digunakan Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang.
TRC Saribattang merupakan tim gabungan yang melibatkan Dinas Sosial Kota Makassar, Kepolisian, Satpol PP, serta unsur TNI.
Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan penanganan masalah sosial berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
"Enam unit kendaraan operasional ini digunakan untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan berdasarkan laporan warga terkait permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat," kata Zuhur.
Salah satu fokus utama penanganan adalah anak jalanan yang kerap beraktivitas di persimpangan lampu merah maupun titik-titik rawan lainnya.
"Misalnya ada laporan anak jalanan yang berkeliaran di lampu merah, maka tim kami langsung melakukan penjangkauan ke titik yang dilaporkan melalui aplikasi Lontara," jelasnya.
Selain anak jalanan, TRC Saribattang juga melakukan penanganan terhadap kelompok rentan lainnya, seperti orang terlantar dan lanjut usia yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal.
"Tim kami tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan," ungkapnya.
"Jika yang dibutuhkan bersifat mendesak seperti makanan, maka langsung kami bantu," lanjut dia.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi inovasi Dinas Sosial yang manfaatkan aset menjadi armada operasional penjangkauan sosial.
Ia mengungkapkan, kebutuhan kendaraan operasional untuk kegiatan penjangkauan sosial sebelumnya telah disampaikan oleh Dinas Sosial.
Menindaklanjuti hal itu, Pemkot Makassar memaksimalkan sejumlah mobil aset daerah yang sudah lama tidak terpakai untuk direvitalisasi dan digunakan kembali.
"Saya disampaikan bahwa Dinas Sosial butuh kendaraan operasional untuk melakukan jangkauan-jangkauan terhadap kegiatan sosial yang akan dilaksanakan," tuturnya.
"Di bagian aset kita, ada beberapa mobil yang sebenarnya sudah lama tidak terpakai dan bisa dimaksimalkan dengan baik," sambung Appi.
Munafri bahkan membuka peluang penambahan kendaraan jika masih terdapat aset serupa yang belum dimanfaatkan.
Ia juga menegaskan, langkah ini seharusnya menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
"Kalau masih ada, saya akan coba cek, dan kalau ada lagi akan saya serahkan. Ini juga harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain untuk terus berinovasi, tidak selalu menunggu anggaran besar," tegasnya.
Menurutnya, optimalisasi aset merupakan solusi cerdas dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan efisien.
Kendaraan-kendaraan yang telah dibranding Dinas Sosial dinilai mampu menjawab kebutuhan lapangan, khususnya dalam penanganan persoalan sosial di Kota Makassar.
Meski demikian, Munafri juga mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kendaraan agar operasional berjalan maksimal.
"Kalau mobil bekas memang harus disiapkan bengkelnya. Jangan sampai satu kali jalan, tiga kali mogok. Pastikan semuanya bisa berjalan dengan baik," pesannya.
Dia optimistis, dengan sedikit perbaikan, kendaraan-kendaraan tersebut masih sangat layak digunakan.
Kehadiran armada operasional ini diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan hadirnya mobil ini, persoalan-persoalan sosial di Kota Makassar bisa lebih cepat kita selesaikan secara bersama-sama," tutup Munafri. (*)