TRIBUN-TIMUR.COM - Bank pemerintah daerah, Bank Sulselbar, mendapat kejutan dari sejumlah bupati, pemilik sahamnya di peringatan HUT 65, Selasa (13/1/2026).
Hingga, Rabu (14/1/2026), di kantor pusatnya, Jl DR Ratulangi, Makassar, ucapan dan apresiasi kepada bank daerah dengan laba terbesar di pulau Sulawesi ini terus berdatangan.
Puncak seremoni ulang tahun, digelar di Makassar. Tahun ini, mengusung tema “Bertumbuh, Bersinergi, dan Bersyariah”.
Sekprov Sulsel M Jufri Rahman, sekaligus komisaris utama bank, didaulat memberi sambutan di acara zikir dan tausiyah bersama.
Kejutan dari itu misalnya datang dari sejumlah bupati, yang juga pemilik saham.
Mereka datang membawa bingkisan HUT, menyemangati manajemen kantor cabang di daerahnya, dan juga mengirim papan ucapan suka cita.
Bupati Bulukumba (Muchtar Ali Yusuf), menghadiri acara donor darah setempat.
Baca juga: Bank Sulselbar Buka Keran Modal, Ratusan Petani Sidrap Dilatih Akses KUR
Bupati Sidrap (Syahruddin Alrif), Bone (Asman Sulaiman), Jeneponto (Paris Yasir), Soppeng (Suwardi Haseng), Sinjai (Hj Ratnawati Arif), Selayar (HM Natsir), hingga Luwu Utara (Andi Abdullah Rahim).
Dua puluh empat kepala daerah tingkat dua di Sulselbar dan lima di Sulbar, tercatat sebagai pemilik total saham mayoritas (64,5 persen).
Pemilik saham terbesar dalam satuan entitas adalah Pemprov Sulsel (33,0 persen).
Sedangkan Sulbar, menguasai 2,1 persen saham atau terbesar ketiga dan keempat dalam Koperasi Karyawan Bank Sulselbar (0,4 persen).
Secara umum, semua transaksi pemerintah dari anggaran APBD, termasuk gaji dan payroll ASN di dua provinsi imi melalui akun bank yang sebelum 2011 bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Direktur Utama PT Bank Sulselbar, Yulis Suandi, mengingatkan usia 65 tahun merupakan perjalanan panjang yang sarat dengan ikhtiar dan pembelajaran.
“Sejak berdiri, Bank Sulselbar telah tumbuh bersama daerah, menjadi bagian dari denyut pembangunan,” ujarnya saat memberi sambutan Selasa (13/1/2026) di hadapan tetamu undangan, 27 pimpinan cabang dan karyawan secara virtual.
Tahun 2025 ini, Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp248,90 miliar pada semester I/2025.
Laba semester kedua 2025, belum dirilis resmi.
Sepanjang tahun buku 2024, Bank Sulselbar mencatat laba bersih sekitar Rp657,66 miliar.
Laba ini menjadikan, bank daerah dengan laba terbesar di Pulau Sulawesi, dan terbesar kedua di luar pulau Jawa, setelah Bank Sumut di Sumatera Utara.
Meskipun belum ada angka pasti, indikator dari Semester I menunjukkan tren positif.
Seperti peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dan penurunan beban non-operasional, yang diharapkan dapat mendukung kinerja di semester akhir tahun 2025.
Berdasarkan publikasi perusahaan, Selasa (14/10/2025), Bank Sulselbar mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp1,32 triliun pada paruh pertama 2025.
Angka ini tumbuh 4,53 persen YoY dari sebelumnya Rp1,26 triliun.
Beban bunga senilai Rp527,79 miliar, dari sebelumnya Rp496,33 miliar.
Dengan realisasi tersebut, pendapatan bunga bersih Bank Sulselbar pada semester I/2025 mencapai Rp797,45 miliar.
Angka itu juga tumbuh 3,37 % YoY dibanding semester I/2024 sebesar Rp771,48 miliar.
Dari sisi intermediasi, Bank Sulselbar membukukan pertumbuhan kredit sebesar Rp21,81 triliun pada semester I/2025.
Angka itu tumbuh 2,13 % YoY dari kredit yang diberikan perseroan pada semester I/2024 sebesar Rp21,35 triliun.
Sedangkan, NPL atau rasio kredit bermasalah (NPL gross) tetap di bawah batas aman yang ditetapkan regulator.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematok standar risiko kredit yang jelas untuk perbankan umum dibawah 5 persen.
Ini mengkonfirmasi kualitas kredit masih terjaga.(*)
Laba Bersih 4 Bank Daerah di Pulau Sulawesi
Semester I/2025
Bank Sulselbar
(Sulawesi Selatan & Barat)
Rp657,66 miliar
Bank Sultra
(Sulawesi Tenggara)
Rp406 miliar (2023)
Bank Sulutgo
(Sulawesi Utara & Gorontalo)
Rp179,4 miliar (Semester I 2025)
Bank Sulteng
(Sulawesi Tengah)
Rp152,75 miliar
Bandingkan!
Bank BJB (Jawa Barat & Banten) : Rp2,1 triliun
Bank Jatim (Jawa Timur) Rp1,28 triliun
Bank Jateng (Jawa Tengah) Rp977,08 miliar
Bank Jakarta (Bank DKI) Rp481,19 miliar
Bank Sumut (Sumatera Utara) Rp740 miliar
KOMPOSISI SAHAM Per Oktober 2025
Pemprov Sulsel ± 33,0 %
Pemprov Sulbar ± 2,1 %
29 Kabupaten/Kota di Sulsel & Sulbar ± 64,5 %
Koperasi Karyawan Bank Sulselbar ± 0,4 %