BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ), Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), mulai memantapkan arah pembangunan daerah dengan menjadikan sport tourism sebagai strategi utama penggerak sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Berbagai event olahraga berskala regional hingga nasional disiapkan untuk menarik arus wisatawan ke Negeri Junjung Besaoh.
Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan, Evi Sastra mengatakan pengembangan sport tourism menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi olahraga dan pariwisata. Kegiatan olahraga tidak lagi diposisikan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana promosi daerah. Oleh sebab itu, berbagai kegiatan olahraga yang terintegrasi dengan sektor pariwisata terus dikemas dan dikembangkan.
“Jadi kita mulai mengkolaborasikan dan mengintegrasikan antara olahraga dan pariwisata alias sport tourism,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya arah pembangunan kepariwisataan daerah saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kunjungan wisata konvensional. Akan tetapi, melalui event olahraga yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Misalnya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Bangka Selatan dan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, tidak hanya diisi kegiatan seremonial seperti upacara atau rapat paripurna.
Pemerintah daerah fokus mengemas event yang berdampak langsung terhadap kunjungan wisata dan pergerakan ekonomi masyarakat. Terutama melalui konsep sport tourism yang berkolaborasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Selatan. Salah satu kegiatan yang akan digelar dalam waktu dekat adalah Basel Run. Ajang lari tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, baik dari Bangka Selatan maupun wilayah lain.
Seperti Kabupaten Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang, dan Kabupaten Bangka, serta pelari dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut diharapkan mampu meningkatkan arus kunjungan ke Kabupaten Bangka Selatan.
“Peserta yang datang ke Bangka Selatan tentu tidak hanya berlari. Mereka membutuhkan penginapan, konsumsi, transportasi, dan berinteraksi langsung dengan sektor pariwisata lokal,” jelas Evi Sastra.
Untuk meningkatkan daya tarik kegiatan, panitia juga menghadirkan atlet nasional Robi Syianturi, peraih medali emas SEA Games 2025. Kehadiran atlet berprestasi nasional tersebut dinilai dapat memperkuat citra Kabupaten Bangka Selatan sebagai daerah yang layak menjadi tuan rumah event olahraga berskala besar. Kehadiran atlet nasional merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi atlet daerah. Selain Basel Run, pemerintah daerah juga menggelar kegiatan push bike yang menyasar anak-anak usia dini.
Meskipun ditujukan untuk anak-anak, kegiatan tersebut dinilai tetap memberikan dampak wisata karena melibatkan keluarga yang datang mendampingi. Tentunya menciptakan pergerakan wisata keluarga yang turut berkontribusi pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Seluruh kegiatan tersebut dirancang dengan konsep kolaborasi antara olahraga dan pariwisata. Melalui sport tourism, peserta dan pengunjung tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga diarahkan untuk menikmati destinasi wisata, kuliner, dan produk unggulan Bangka Selatan.
“Kami mengintegrasikan olahraga dan pariwisata. Orang-orang yang datang ke Bangka Selatan bisa berolahraga, menikmati wisata, sekaligus berbelanja produk lokal,” ucapnya.
Dalam mendukung pelaksanaan sport tourism, Pemkab Bangka Selatan juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk akomodasi. Pemerintah daerah telah menginventarisasi penginapan yang tersedia, khususnya di Kota Toboali, serta menyiapkan alternatif apabila terjadi peningkatan jumlah wisatawan. Pengembangan sport tourism diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran wisatawan dinilai dapat meningkatkan transaksi di sektor kuliner, penginapan, transportasi, dan perdagangan lokal. Targetnya adalah roda perekonomian bergerak dan kesejahteraan pelaku UMKM meningkat.
“Kegiatan ini kami rancang untuk masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)