Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh terus melanjutkan program pengasapan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di setiap lokasi pengungsian pasca-banjir.

"Kita masih terus fogging (pengasapan) terutama di lokasi pengungsian dan tenda-tenda tempat warga mengungsi," kata Kepala Dinkes Aceh Tamiang Mustaqim di Aceh Tamiang, Rabu.

Ia menjelaskan sejauh ini sudah belasan lokasi dilakukan penyemprotan pembasmi nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD itu.

Pengasapan sudah dilakukan sejak 20 Desember 2025 saat masih banyak pengungsi berada di atas Jembatan Kuala Simpang dan masih berlangsung hingga hari ini.

"Ada 17 lokasi di antaranya lokasi pengungsian GOR, gedung DPRK, RSUD dan terakhir tempat penginapan relawan Praja IPDN," ujarnya.

Ke depan, pihaknya menargetkan sasaran pengasapan seluruh puskesmas serta desa-desa yang dijadikan lokasi pengungsian maupun rumah-rumah warga.

"Program fogging ini juga sudah diteruskan ke desa-desa melalui puskesmas atau pustu (puskesmas pembantu) berkoordinasi dengan kecamatan setempat," katanya.

Ia menjelaskan pelayanan medis di puskesmas sudah aktif setelah sebelumnya sempat mengalami krisis air bersih. Sumber air bersih dan air minum tersebut berasal dari desalinasi RO yang dipasang oleh Satgas Air Universitas Pertahanan (Unhan) bekerja sama dengan Tim Yonzipur Kodam I/BB.

"Alhamdulillah puskesmas sudah aktif semua setelah pengerahan personel TNI dan Polri dan relawan membantu mempercepat pemulihan layanan kesehatan masyarakat. Ini kita mau pogging setiap puskesmas," demikian Mustaqim.