TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 25 Kota Jambi mendadak terganggu, Rabu (14/1/2026) pagi.
Seorang siswa tiba-tiba menjerit kesakitan usai disengat tawon vespa yang bersarang di salah satu pohon di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban berinisial MADA sedang beraktivitas di halaman sekolah.
Tanpa peringatan, sekawanan tawon vespa keluar dari sarangnya dan langsung menyerang, menyengat tubuh korban secara tiba-tiba.
Kepanikan pun sempat terjadi.
Guru dan pihak sekolah segera mengevakuasi korban ke ruang UKS untuk mendapatkan pertolongan pertama, sembari mengamankan siswa lainnya agar menjauh dari area kejadian.
Melihat potensi bahaya yang dapat meluas, pihak sekolah langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi.
Laporan diterima pada pukul 09.05 WIB, dan sekitar 10 menit kemudian petugas langsung bergerak menuju lokasi sekolah di Jalan Kopral Sardi, RT 25, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru.
Dengan jarak tempuh sekitar 5,7 kilometer, tim Damkartan tiba di lokasi pukul 09.29 WIB dan segera melakukan asesmen.
Sarang tawon vespa diketahui menempel di pohon yang berada dekat dengan area aktivitas siswa.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, menegaskan bahwa serangan tawon vespa merupakan ancaman serius, terutama jika terjadi di lingkungan sekolah.
“Ini jenis tawon vespa yang agresif dan berbahaya. Sengatannya bisa menimbulkan reaksi serius, apalagi terhadap anak-anak. Karena itu penanganan harus cepat dan terukur,” ujar Mustari Affandy kepada Tribun, Rabu (14/1).
Ia menjelaskan, proses evakuasi dipimpin langsung olehnya dengan melibatkan Regu 3 dan Regu 4 Pleton 2 Mako, dengan total delapan personel yang dikerahkan.
Petugas dilengkapi satu unit Fire Jeep, stik obor, cairan pembasmi serangga, serta alat pelindung diri (APD) lengkap untuk mencegah sengatan.
Dalam operasi yang berlangsung singkat namun terkendali tersebut, petugas membakar sarang tawon menggunakan stik obor khusus.
Api diarahkan secara terukur agar seluruh koloni tawon musnah tanpa menimbulkan risiko lanjutan.
Setelah itu, lokasi bekas sarang disemprot cairan pembasmi serangga guna mencegah tawon kembali bersarang.
“Penanganan kami lakukan dengan prinsip 5T, yakni terencana, terukur, terarah, terlayani, dan tuntas. Keselamatan warga dan petugas adalah prioritas utama,” tegas Mustari.
Seluruh proses evakuasi rampung dalam waktu sekitar 10 menit.
Tidak terdapat korban tambahan maupun petugas yang mengalami cedera selama operasi berlangsung.
Mustari memastikan siswa yang menjadi korban telah mendapat penanganan awal dan lingkungan sekolah dinyatakan aman dari potensi serangan susulan.
“Alhamdulillah, evakuasi berjalan aman dan lancar. Tidak ada kerugian materi maupun korban jiwa,” katanya.
Sekitar pukul 11.35 WIB, seluruh personel Damkartan kembali ke markas setelah memastikan kondisi benar-benar kondusif.
Ia juga mengimbau pihak sekolah serta masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon, khususnya di fasilitas umum dan lingkungan pendidikan.
“Kalau menemukan sarang tawon atau potensi bahaya serupa, jangan ditangani sendiri. Segera laporkan ke Damkartan agar bisa kami tangani secara profesional,” pungkasnya.
Pelayanan evakuasi tersebut, lanjut Mustari, dilaksanakan sesuai dengan Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Tabel Angsuran KPR Subsidi BTN 2026 Tenor 10-20 Tahun di Provinsi Jambi
Baca juga: Bupati Bungo Pimpin Razia PETI di Rantau Pandan, Alat Berat Dibakar di Lokasi
Baca juga: Orang yang Renggut Nyawa Wanita di Ruko Simpang Rimbo Ditangkap di Bungo