Genangan Banjir Sulap Sawah Bak Lautan di Jombang, Jadi Ruang Rekreasi Dadakan, Warga Senang
January 14, 2026 11:22 PM

 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo.

TRIBUNMADURA.COM, JOMBANG - Genangan banjir yang meluas di kawasan persawahan Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, menghadirkan ironi sekaligus cerita unik.

Di tengah ancaman gagal panen yang membayangi petani, hamparan sawah terendam air justru berubah menjadi titik keramaian warga yang ingin menikmati panorama sore hari.

Selama beberapa hari terakhir, air banjir menutup sekitar 17 hektare lahan padi dan membentuk bentangan luas menyerupai telaga. Kondisi ini menarik perhatian masyarakat, terutama saat menjelang matahari terbenam. Pantulan cahaya senja di permukaan air menciptakan pemandangan yang tak lazim di kawasan pertanian.

Rabu (14/1/2026) sore, ratusan pengunjung tampak memadati tepi sawah. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Aktivitas sederhana seperti duduk santai, berbincang, hingga mengabadikan momen dengan ponsel menjadi pemandangan umum di lokasi tersebut.

Baca juga: Kisah Guru dan Siswa Bertahan di Tengah Banjir Lamongan

Keramaian ini turut memunculkan geliat ekonomi kecil. Sejumlah pedagang kaki lima membuka lapak dadakan, menawarkan makanan ringan dan minuman hangat bagi pengunjung yang menikmati udara sore.

Fenomena wisata dadakan di Ngusikan ini menjadi gambaran kontras antara hiburan sesaat bagi warga dan dampak serius yang dirasakan petani. Di tengah senja yang memesona, persoalan banjir tetap menyisakan pekerjaan rumah bagi semua pihak.

Bianca Nisha Aurelia (15), salah satu pengunjung, mengaku tertarik datang karena penasaran dengan suasana yang ramai dibicarakan warga. Menurutnya, genangan air yang tampak seperti danau kecil memberikan kesan berbeda.

“Biasanya sawah ya sawah saja. Ini jadi beda, airnya luas, ada anginnya, terus senjanya kelihatan cantik,” ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com Rabu (14/1/2026).

Ia menyebut suasana di lokasi terasa menenangkan dan cocok untuk melepas penat. Sementara itu, Mohammad Ilham (25) mengatakan kehadirannya dipicu oleh tayangan video yang beredar di media sosial. Rekaman udara menggunakan drone memperlihatkan pemandangan banjir dari sudut pandang yang tak biasa.

"Videonya ramai di medsos. Kelihatannya menarik, akhirnya saya datang langsung. Ternyata memang bagus, apalagi kalau sore," ujar Ilham.

Menurut Ilham, fenomena seperti ini jarang terjadi dan menjadi pengalaman tersendiri bagi warga.

Di balik ramainya pengunjung, para pedagang merasakan manfaat ekonomi meski sifatnya sementara. Atim (45), penjual pentol bakar asal Desa Keboan, mengaku baru kali ini berdagang di lokasi sawah terendam banjir.

"Yang untung mungkin pedagang kecil seperti kami. Pembeli lumayan, meski tidak tentu," katanya.

Namun ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap menyisakan keprihatinan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.