Prihatin Banjir Besar di Lamongan, Anggota DPRD Jatim Desak Optimalkan Intervensi Ke Petani
January 14, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Upaya penanganan banjir besar yang melanda Kabupaten Lamongan diharapkan lebih optimal baik oleh pemerintah kabupaten maupun Pemprov Jawa Timur.

Pemerintah juga perlu memikirkan nasib para petani yang terdampak banjir mengingat banyak sawah terendam. 

Dorongan ini disampaikan anggota DPRD Jatim dari dapil Lamongan-Gresik, Husnul Aqib, Rabu (14/1/2026). Sebelumnya, data BPBD Lamongan mencatat lebih dari 31.000 hektare lahan sawah dan tambak di lima kecamatan terendam. 

“Pemerintah provinsi dan kabupaten harus bersinergi,” kata Aqib yang juga Sekretaris DPW PAN Jatim saat dikonfirmasi dari Surabaya. 

Intervensi kepada para petani terdampak ini sangat didorong oleh Aqib. Bahkan intervensi dinilai penting sampai pada pasca banjir surut. 

Misalnya, para petani yang terdampak nantinya mendapat bantuan bibit gratis dan sejumlah upaya lain pada yang terdampak. 

DPRD Jatim pun menyambut baik seandainya asuransi terhadap petani terdampak terealisasi optimal.

“Kalau itu memang bisa dilakukan ya lebih baik. Harus ada perhatian serius terhadap petani yang terdampak,” jelas Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jatim ini. 

SEKTOR PERTANIAN TERDAMPAK

Sebelumnya, Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M Na'im menjelaskan, banjir Bengawan Jero sejak akhir 2025 hingga awal Januari 2026 telah berdampak signifikan pada sektor pertanian. 

Dari data BPBD Lamongan, lebih dari 31.000 hektare lahan sawah dan tambak di lima kecamatan terendam banjir. Lima kecamatan yang terdampak meliputi Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, dan Glagah. 

Dari keseluruhan wilayah tersebut, Kecamatan Kalitengah menjadi daerah dengan luasan sawah dan tambak terendam paling besar, sekitar 14.931 hektare. 

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

Na'im mengungkapkan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan.  Pemkab Lamongan terus berupaya mengurangi genangan banjir akibat luapan Bengawan Jero ini. 

“Upaya penanganan juga terus kami lakukan. Terutama mengurangi genangan dengan mengoptimalkan pompa air di Kuro dan beberapa titik lain," kata Na'im. *****

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.