3 Kesaksian Ahmad Sahroni Soal Penjarahan Rumah: Sebut Rugi Rp 80 M, Ini Daftar Harta Kekayaannya
January 15, 2026 04:32 AM
SURYA.co.id – Anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni membeberkan pengalaman paling mencekam dalam hidupnya saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026).
Di hadapan majelis hakim, Sahroni menggambarkan bagaimana rumah pribadinya menjadi sasaran penyerangan dan penjarahan oleh massa yang bertindak di luar kendali.
Ia menyebut, kelompok tersebut menunjukkan perilaku agresif sejak awal kedatangan.
"Mereka beringas, Yang Mulia. Seperti orang kehausan dan lapar, Yang Mulia," ungkap Sahroni dalam persidangan, dilansir SURYA.co.id dari Kompas.com.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat kejadian, Sahroni sedang berada di ruang makan bersama beberapa orang ketika suara teriakan dan deru sepeda motor terdengar dari luar rumah.
1. Awalnya Hanya Melintas, Berubah Jadi Penyerangan
Menurut Sahroni, gelombang pertama massa hanya melintas di depan kediamannya.
Namun situasi berubah drastis sekitar 10 menit kemudian.
Kelompok yang sama kembali dengan jumlah lebih besar dan langsung melakukan aksi kekerasan.
“Mereka langsung menyerang. Saya lihat langsung soalnya,” kata Sahroni.
Massa mulai melempari rumah dengan batu hingga kaca pecah, lalu berusaha masuk secara paksa.
Melihat kondisi semakin berbahaya, Sahroni memutuskan menyelamatkan diri dengan naik ke lantai atas rumahnya.
"Pokoknya dia mau masuk ke rumah dengan cara yang tidak lazim lah," ujarnya menggambarkan situasi saat itu.
Baca juga: Apa Alasan Ahmad Sahroni Bongkar Rumahnya Pasca Dijarah? Habiskan Biaya Rp 250 Juta, Ini Kata Mandor
2. Tak Menyangka Berujung Penjarahan
Dalam persidangan, majelis hakim sempat menanyakan apakah Sahroni sebelumnya sudah menduga akan terjadi serangan tersebut.
Ia menegaskan, sama sekali tidak ada firasat bahwa kejadian itu akan berujung penjarahan besar-besaran.
“Enggak menyangka, Yang Mulia. Ini sejarah baru di Republik kita. Saya tidak korupsi tapi saya dijarah, Yang Mulia,” ucapnya.
3. Ngaku Rugi Rp 80 Miliar
SAHRONI GABUNG PSI - Ahmad Sahroni yang viral diisukan gabung PSI. Dibantah salah stau petinggi PSI. (kolase IST/Tribunnews)
Saat ditanya mengenai kerugian materiil, Sahroni menyebut angka yang sangat besar.
“Yang saya laporkan Rp 80 miliar, Yang Mulia. Iya, sekitar Rp 80 Miliar Yang Mulia,” tambahnya.
Akibat aksi tersebut, rumah dan kendaraan milik Sahroni mengalami kerusakan berat.
Kaca rumah pecah, sejumlah furnitur hancur, dan satu unit mobil rusak parah dengan bodi penyok serta kaca berantakan.
Di luar perkara penyerangan, nama Ahmad Sahroni juga sempat menjadi perhatian publik karena pernyataannya terkait wacana pembubaran DPR yang ramai diperbincangkan sebelumnya.
Dalam salah satu komentarnya, Sahroni secara tegas menolak desakan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” kata Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).
Pernyataan itu sempat memicu perdebatan luas di ruang publik dan menjadi salah satu konteks yang ikut menyorot sosok Sahroni sebelum insiden penyerangan rumahnya terjadi.
Harta Kekayaan Ahmad Sahroni
Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 2024, Sahroni punya harta Rp328.914.784.272.
Berikut rincian harta kekayaan Sahroni:
TANAH dan BANGUNAN Rp.139.589.309.000
Tanah dan Bangunan Seluas 103.46 m2/70 m2 di KAB /KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 1.925.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 138 m2/100 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 110 m2/100 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/100 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 3.520.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 148.4 m2/200 m2 di KAB / KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 20.900.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 72 m2/50 m2 di KAB / KOTA BADUNG, HASIL SENDIRI Rp. 15.950.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 131 m2/131 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 13.130.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 208 m2/100 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 3.140.500.000
Tanah dan Bangunan Seluas 194 m2/90 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/90 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 131.8 m2/90 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 13.130.000.000
Tanah Seluas 4.27 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp. 4.950.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 77 m2/60 m2 di KAB / KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 8.470.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 3.630.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 356 m2/356 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 22.250.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 371 m2/371 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 23.187.500.000
Tanah dan Bangunan Seluas 105 m2/84 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 1.133.990.000
Tanah dan Bangunan Seluas 208 m2/104 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 647.319.000
Tanah seluas 51 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 325.000.000
ALAT TRANSPORTASI dan MESIN Rp.38.132.000.000
MOBIL, TOYOTA FORTUNER 27SRZ Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 485.000.000
MOBIL, FERARI 366 Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000
MOBIL, BMW 1,8 Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 2.650.000.000
MOBIL, PORSCHE 9E3 RS Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 6.600.000.000
MOTOR, YAMAHA SPORT Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 840.000.000
MOBIL, HONDA CIVIC Tahun 1989, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000
MOBIL, MERCEDES BENZ E320 Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 70.000.000
MOBIL, TESLA X75D Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 2.800.000.000
MOBIL, MERCEDES BENZ 280E Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 35.000.000
MOBIL, HONDA ODYSSEY Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp120.000.000
MOBIL, HONDA CIVIC LX Tahun 1990, HASIL SENDIRI Rp30.000.000
MOBIL, MERCEDES BENZ 420 EAGLE SEL Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000
MOBIL, TOYOTA CROWN ROYAL 3.0 AT Tahun 2005, HASIL SENDIRI Rp. 160.000.000
MOBIL, MUSTANG SEDAN Tahun 1967, HASIL SENDIRI Rp150.000.000
MOBIL, VOLKSWAGEN VOLKSWAGEN BEETLE Tahun 1963, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000
MOBIL, MERCEDES-BENZ SL 190B Tahun 1957, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000
MOBIL, MERCEDES-BENZ 560 SEL Tahun 1990, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000
MOBIL, SUZUKI JIMNY Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp 325.000.000
MOBIL, MUSTANG FASTBACH Tahun 1967, HASIL SENDIRI Rp190.000.000
MOBIL, DAEWOO CIELO Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 125.000.000
MOBIL, BENTLEY - Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 255.000.000
MOTOR, VESPA PRIMAVERA Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp57.000.000
MOTOR, VESPA PRIMAVERA Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp55.000.000
MOTOR, VESPA KONGO 1963 Tahun 1963, HASIL SENDIRI Rp30.000.000
MOTOR, HARLEY DAVIDSON ROAD GLIDE Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 1.660.000.000
MOBIL, HONDA ESTILO Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp200.000.000
MOBIL, PORSCHE 911 SPORT CLASSIC Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 14.000.000.000
MOBIL, TESLA CYBER TRUCK Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 107.733.500.000
D. SURAT BERHARGA Rp.60.000.000
E. KAS DAN SETARA Kas Rp.78.357.375.541
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp.363.872.184.541
III. HUTANG Rp. 34.957.400.269
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 328.914.784.272.