TRIBUNTRENDS.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali melontarkan pernyataan pedas yang menyita perhatian publik.
Kali ini, sasaran sindirannya adalah sebagian peserta kelas trading dan investasi kripto yang diselenggarakan oleh Timothy Ronald.
Hotman menilai, kekecewaan peserta yang belum juga menjadi kaya justru mencerminkan pola pikir instan yang keliru.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang tayang pada Rabu (14/1/2026), Hotman menanggapi keluhan peserta yang merasa dirugikan setelah mengikuti kelas berbayar milik Timothy.
Baca juga: Sentilan Menohok Hotman Paris ke Pelapor Timothy Ronald: Mau Kaya Jalur Instan Lewat Kripto? Mimpi!
Dengan gaya khasnya yang lugas dan menyindir, Hotman menirukan pola pikir sebagian peserta yang menaruh harapan berlebihan pada kelas trading.
“Kenapa kamu Timothy Ronald? Saya sudah ngikutin kursus kamu, kelas kamu. Tentang bitcoin, tentang bagaimana model bitcoin dan sebagainya.
Saya sudah bayar uang kursus, tapi kenapa saya belom kaya seperti Hotman Paris?” ujar Hotman, seperti dikutip dari unggahan Instagramnya.
Menurut Hotman, banyak peserta yang membayangkan kekayaan bisa diraih secara instan, lengkap dengan simbol kemewahan seperti mobil Lamborghini, kehidupan glamor dan hiburan malam di Bali, hanya dengan mengikuti satu kelas online.
Hotman menegaskan bahwa mengikuti kursus trading tidak otomatis menjamin kekayaan.
Ia menyebut, keuntungan dalam dunia investasi tidak datang begitu saja tanpa perjuangan, disiplin, dan risiko yang harus ditanggung sendiri.
“Mereka berharap dengan mengikuti kursus akan bisa jadi kaya raya, akan untung dalam setiap transaksi bitcoin. Mereka tidak tahu bahwa semua harus dengan perjuangan,” kata Hotman.
Baginya, tidak ada jalan pintas menuju kekayaan. Semua hasil besar selalu dibayar dengan proses panjang.
Untuk memperjelas pesannya, Hotman mengungkapkan perjalanan hidupnya sendiri.
Ia menekankan bahwa kemewahan yang kini ia nikmati adalah buah dari kerja keras puluhan tahun.
“Hotman mendapatkan ini setelah 43 tahun berjuang berdarah-darah,” ujarnya tegas.
Ia pun mengingatkan agar kegagalan mencapai mimpi tidak dilampiaskan dengan cara keliru, apalagi dengan kemarahan atau langkah hukum yang tidak berdasar.
Baca juga: YouTuber Disindir Hotman Paris, Sebut Podcaster Undang Korban Perselingkuhan tapi Juara Selingkuh
Hotman secara khusus menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang membawa kekecewaan finansial ke ranah hukum.
“Ingat mimpi harus diwujudkan dengan perbuatan. Jangan marah-marah kalau mimpi kau belum terkabul, jangan laporin polisi kalau mimpi kau belum terkabul. Malah nanti nasibmu makin kacau,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hotman juga membantah tudingan bahwa Timothy Ronald menjalankan investasi bodong.
Ia menegaskan, secara hukum, Timothy tidak menjual produk investasi dan tidak menghimpun dana untuk dikelola.
“Halo yang nyinyir-nyinyir, lu ngerti enggak sih, Timothy itu tidak jual barang, Timothy itu tidak terima uang investasi. Timothy itu bukan investasi bodong, dia hanya menjual kelas,” kata Hotman dalam unggahan Instagramnya pada Selasa (13/1/2026).
Menurut Hotman, aktivitas Timothy murni berupa kursus atau pelatihan online yang berisi materi edukasi seputar kripto.
Hotman mengibaratkan kelas Timothy dengan kursus profesional lainnya.
“Ibaratnya menyelenggarakan kursus online tentang bitcoin.
Modul-modulnya gimana, analisanya gimana. Jadi, dia hanya memberikan pelajaran. Enggak beda dengan kursus bahasa Inggris, enggak beda dengan kursus pengacara,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa keputusan menerapkan ilmu sepenuhnya berada di tangan peserta.
Baca juga: Kejutan Natal dari Istana: Hotman Paris Pamerkan Hampers Unik Kiriman Presiden Prabowo Subianto
Hotman juga menegaskan bahwa Timothy tidak bertanggung jawab atas kerugian peserta yang menerapkan materi tersebut dalam transaksi nyata.
“Saya dengar dia 17 juta setahun (biaya kelas online). Kau membeli bitcoin dan rugi. Ya salah kamu, kok pidananya di mana sih,” ujarnya.
Menurut Hotman, unsur penipuan tidak terpenuhi, karena tidak ada janji keuntungan pasti maupun pengelolaan dana peserta.
Tak hanya membela dari sisi hukum, Hotman juga menyindir pihak-pihak yang menuding Timothy sebagai penipu karena rasa iri terhadap kesuksesannya.
“Lu jangan iri dong melihat kesuksesan orang. Siapa bilang dia tidak sukses. Yang jelas dia jauh lebih kaya dari sebagian besar kamu,” kata Hotman.
Ia menegaskan bahwa pendapatnya bukan didasarkan pada hubungan pertemanan semata.
“Walaupun dia sobat saya bukan berarti saya mendukung yang tidak benar,” tegasnya.
Meski demikian, laporan hukum terhadap Timothy Ronald tetap berjalan. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi kripto oleh korban berinisial Y.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar ada laporan terkait kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor dalam penyelidikan,” ujar Budi, Senin (12/1/2026).
Dalam laporannya, korban mengaku sempat menerima sinyal pembelian coin manta dengan iming-iming keuntungan 300–500 persen. Namun, setelah membeli senilai Rp 3 miliar, harga aset tersebut justru anjlok.
Pihak kepolisian menyatakan akan mendalami laporan tersebut dengan memeriksa saksi serta menganalisis barang bukti.
“Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor dan menganalisa barang buktinya,” kata Budi.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mempertemukan perdebatan antara harapan cepat kaya, edukasi investasi, dan batas tanggung jawab hukum di era ekonomi digital.
***