Bacaan Doa dan Zikir Malam Datangnya Isra Mikraj 2025 Arab, Latin dan Terjemahan
January 15, 2026 09:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Isra Mikraj adalah peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam 27 Rajab dan selalu diperingati setiap tahunnya. Tahun ini, peringatan Isra Mikraj 27 Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.

Isra Mikraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam semalam, dimulai dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) melalui perjalanan darat (Isra), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan naik ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT dan menerima perintah salat lima waktu (Mi'raj).

Malam 27 Rajab 1447 H peringatan Isra Mikraj 2026 bertepatan dengan Hari Kamis, 15 Januari 2026 dimulai setelah magrib. 

Sedangkan tanggal 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026 keesokan harinya. 

Untuk menyambut momen istimewa ini, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai amalan, termasuk membaca dzikir dan doa.

Meskipun tidak ada doa khusus yang secara langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk Isra Mikraj, beberapa ulama menganjurkan umat Islam membaca doa berikut

Inilah bacaan doa dan dzikir di Malam Isra Mikraj 2026 sebagaimana dilansir dari TribunJogja dan Tribunnews:

Doa Malam Isra Mikraj 2026

Doa 1:

Lafal Arab

اَللَّهُمَّ طَهِّرْ لِسَانِيْ مِنَ اْلكَذِبِ وَقَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ وَعَمَلِيْ مِنَ الرِّيَاءِ وَبَصَرِيْ مِنَ اْلخِيَانَةِ فَأِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ اْلاَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ

Lafal Latin

Allahumma thohhir lisaanii minal kadzibi wa qolbii minan nifaaqi wa 'amalii minar riyaa-i wa bashorii minal khiyaanati fa innaka ta'lamu khoo-inatal a'yuni wa maa tukhfish shuduuru.

Artinya:

"Ya Allah, sucikanlah lisanku dari dusta, hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya, dan penglihatanku dari khianat. Sesungguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan oleh hati."
 
Doa 2:

Lafal Arab

اللهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ، حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ، أَنِ ارْحَمْ قَلْبِي الْحَزِيْنَ، وَتُجِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ

Lafal Latin

Allahumma inni as aluka bi musyahadati israari al muhibbin, wabilhalawatillati khash-shashasta biha sayyidil mursalin, hina asrarta bihi lailata as sab'i wal 'isyriina, anirham qalbi al haziin, tujibta da' wati, yaa akramal akramiin.

Artinya:

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan rahasia para kekasih-Mu, dengan kemuliaan pertemuan khusus yang Engkau berikan kepada Nabi Muhammad SAW pada malam Isra Miraj. Limpahkanlah kasih sayang-Mu pada hatiku yang sedang galau, dan kabulkanlah doaku, Wahai Yang Maha Pemurah."

Zikir yang Diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW

Inilah amalan dzikir yang diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra Miraj yang dianjurkan dibaca oleh umat Rasulullah:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ
Laa haula walaa quwwata illa billah

Artinya: "Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah."

Dzikir tersebut bisa dilihat dari yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al Anshari ra.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةَ أُسْرِىَ بِهِ مَرَّ عَلَى إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ مَنْ مَعَكَ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَذَا مُحَمَّدٌ.فَقَالَ لَهُ إِبْرَاهِيمُ مُرْ أُمَّتَكَ فَلْيُكْثِرُوا مِنْ غِرَاسِ الْجَنَّةِ فَإِنَّ تُرْبَتَهَا طَيِّبَةٌ وَأَرْضَهَا وَاسِعَةٌ. قَالَ « وَمَا غِرَاسُ الْجَنَّةِ ». قَالَ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra’, pernah melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Saat itu, Nabi Ibrahim bertanya pada malaikat Jibril, 'Siapa yang bersamamu wahai Jibril?' Ia menjawab, 'Muhammad'.

Ibrahim pun mengatakan pada Muhammad, 'Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas'.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, 'Apa itu ghirosul jannah (tanaman surga)?' Ia menjawab, Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah)." (HR. Ahmad, 5: 418)

Hadis ini secara sanad dhaif, namun Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa isi hadis itu shahih karena punya berbagai macam penguat.

Meski begitu, mayoritas ulama tidak mewajibkan agar dzikir dan doa itu dibaca pada malam Isra Miraj. Dzikir dan doa itu bisa dibaca kapan saja dan dalam keadaan apa pun.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.