TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Menindaklanjuti penetapan status siaga darurat bencana oleh Wali Kota Makassar, Dinas Sosial Kota Makassar langsung mengambil langkah cepat dengan mempersiapkan seluruh potensi dan sumber daya kebencanaan.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Jufri, segera melakukan koordinasi dengan Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial, Masryani Mansyur, guna memastikan dukungan logistik dari pemerintah pusat.
Sebagai hasil koordinasi tersebut, bantuan logistik dari Kementerian Sosial dikirim dari Gudang Logistik Kemensos di Untia menuju Gudang Sosial Dinas Sosial Makassar di Jalan Abdullah Dg. Sirua Rabu (14/1/2026).
Pengiriman dilakukan menggunakan tiga unit truk pada Rabu, 18 Januari 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Makassar, Masri, menjelaskan bahwa bantuan logistik ini merupakan tindak lanjut konkret atas penetapan status siaga darurat bencana di Kota Makassar.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima bantuan logistik dari Kementerian Sosial yang akan digunakan sebagai buffer stock siaga darurat bencana,” ujar Masri.
Adapun bantuan yang diterima meliputi berbagai kebutuhan dasar, antara lain 3.000 paket makanan siap saji, 2.000 paket lauk pauk siap saji, 400 paket makanan anak, 500 lembar kasur, 200 unit tenda gulung, 30 unit tenda keluarga, 200 paket sandang anak, 300 lembar selimut, 400 paket family kit, serta 300 paket perlengkapan anak.
Selain dukungan dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial Kota Makassar juga telah memiliki cadangan logistik lain yang bersumber dari anggaran tahun 2025. Buffer stock tersebut mencakup kompor, tabung gas, peralatan makan, mi instan, beras, minyak goreng, ikan kaleng, hingga multivitamin.
Seluruh logistik ini selanjutnya akan didistribusikan untuk mengisi lumbung sosial di dua kecamatan yang kerap terdampak banjir, yakni Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala. Lumbung sosial tersebut dikelola oleh Kampung Siaga Bencana (KSB) bersama pemerintah setempat.
Dinas Sosial berharap keberadaan logistik ini dapat menjadi penopang utama apabila terjadi pengungsian, sehingga kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dengan cepat, baik saat banjir maupun bencana lainnya.
Selain penyediaan logistik, Dinas Sosial Makassar juga telah menyiapkan anggaran untuk operasional dapur umum jika terjadi pengungsian dalam skala besar.
Sementara untuk pengungsian berskala kecil, diharapkan KSB dan posko pengungsian yang telah terbentuk dapat mengelola dapur umum secara mandiri.