Bantah Lakukan Kekerasan, Roby Tremonti Tanggapi Polemik Aurelie Moeremans, Singgung soal Kebenaran
January 15, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM -  Roby Tremonti tegas membantah adanya kekerasan, pelecehan, maupun ancaman seperti yang dispekulasikan warganet setelah buku digital Broken Strings karya Aurelie Moeremans ramai dibicarakan.

Namun klarifikasi Roby Tremonti malah menambah keruh masalah dan komentar negatif dari warganet.

Tak sedikit yang menilai bantahan itu sebagai bentuk konfirmasi terselubung, sehingga sorotan terhadap Roby kian menguat.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @robytremonti, pria berusia 45 tahun ini pun menyinggung soal kebenaran di tengah derasnya opini.

Ia menilai bahwa pada akhirnya fakta akan berbicara dengan caranya sendiri.

“Kebenaran akan mencari jalannya sendiri,” tulis Roby Tremonti. 

Baca juga: Dua Tahun Menikah dengan Aurelie Moeremans, Roby Tremonti Kuak Masa Lalu, tak Pernah Ada Perceraian

Tak Sudi Dicap Predator

Roby Tremonti mengakui pernah menikahi Aurelie Moeremans, pada 10 Oktober 2011 silam.

Ia menikahi Aurelie Moeremana, saat Aurelie sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Di mana saat itu Aurelie berusia 18 tahun.

"Jadi saya menikahi Aurelie saat dia berusia 18 tahun dua bulan, tepatnya kami menikah pada 10 Oktober 2011," kata Roby Tremonti.

Dalam sesi wawancara tersebut, Roby membantah dirinya melakukan grooming atau praktik pedofilia, saat menikahi Aurelie.

Tudingan tersebut secara tak langsung dialamatkan kepadanya setelah Aurelie Moeremans merilis buku memoarnya berjudul "Broken Strings". 

Pasalnya, wanita blasteran Indonesia-Belgia ini mengklaim dinikahi Roby saat masih berusia 15 tahun.

"Saya dituduh grooming anak 15 tahun. Padahal faktanya, saat kami dekat, dia sudah punya pengalaman pacaran di Eropa. Kultur di sana beda," ucap pria berusia 45 tahun itu.

"Jadi jangan giring opini seolah saya ini predator yang memangsa anak kecil," tambahnya.

Roby meminta publik untuk tidak menelan mentah-mentah isi buku yang beredar.

Menurutnya, tuduhan pedofilia adalah hal serius. Ia memiliki bukti kuat bahwa hubungan mereka didasari rasa suka sama suka orang dewasa, bukan paksaan terhadap anak di bawah umur.

Roby menceritakan berdasarkan penelusuran di media sosial, hasil perbincangan Aurelie dalam podcast, menyebut kalau Aurelie sudah memiliki pengalaman berciuman saat masih berusia 13 tahun di Belgia.

"Itu hal biasa di sana, kultur Eropa. Jadi, narasi saya memanipulasi anak polos umur 15 tahun itu tidak tepat," jelasnya.

Roby pun membeberkan sebelum menikah pada Oktober 2011, ia dan Aurelie sempat menjalin hubungan asmara. Saat itu usia Aurelie sudah sekitar 16 tahun.

"Secara kognitif dia sudah mengetahui tentang pendewasaan. Menurut pendapat saya dan keyakinan saya, ya dia bukan anak kecil yang gak tahu apa-apa," ujar Roby Tremonti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.