BANGKAPOS.COM -- Siapa sosok Kelly di buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang kini dicari-cari publik.
Sosoknya bikin penasaran usai diceritakan sebagai teman Aurelie yang berkhianat.
Diketahui buku memoar Broken String karya Aurelie Moeremans tak hanya mengungkap pengalaman pahit sang aktris sebagai korban grooming semasa remaja, tetapi juga memperkenalkan sejumlah tokoh yang berperan penting dalam perjalanan hidupnya.
Salah satu figur yang paling banyak menyita perhatian pembaca adalah sosok bernama Kelly.
Baca juga: Awal Mula Nikita Willy Terseret di Broken Strings Buku Aurelie, Curhatan Lawasnya Disorot Lagi
Nama Kelly muncul sebagai tokoh sentral dalam salah satu bagian buku yang paling emosional, yakni chapter tujuh berjudul Pengkhianatan.
Dalam bab tersebut, Aurelie menceritakan peristiwa yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya, sekaligus memicu perbincangan luas di media sosial.
Dalam Broken String, Kelly digambarkan sebagai orang terdekat Aurelie pada masa itu. Ia bukan sekadar teman biasa, melainkan sosok yang kerap hadir, memberi dukungan, dan menjadi tempat berbagi cerita, terutama saat Aurelie menjalin hubungan dengan pria yang disamarkan dengan nama Boby.
“Ia selalu mendukung kami, bahkan sampai berbicara dengan Bobby di belakangku,” tulis Aurelie dalam bukunya.
Di mata Aurelie muda, Kelly adalah sahabat yang dipercaya. Karena itu, peran Kelly dalam kisah selanjutnya menjadi titik balik emosional yang kuat, baik bagi Aurelie maupun pembaca.
Masalah bermula ketika Aurelie berusaha menjauh dan memutus hubungan dengan Boby.
Di tengah upayanya membangun kembali batasan dan rasa aman, Aurelie terkejut saat Boby kembali menghubunginya menggunakan nomor baru yang seharusnya hanya diketahui oleh orang-orang terdekat.
“Bagaimana dia bisa dapat nomorku yang baru? Hanya beberapa orang yang tahu. Mama, Jeremie, dan sahabatku, Kelly,” tulis Aurelie.
Kecurigaan itu membuat Aurelie segera menghubungi Kelly. Dalam kondisi emosional, ia berharap dugaan tersebut keliru. Namun, pengakuan Kelly justru menjadi pukulan berat.
“Dadaku langsung terasa kosong. Aku menelepon Kelly secepatnya. Aku ingin sekali percaya aku salah curiga, tapi dia mengaku,” lanjut Aurelie.
Dalam narasi buku tersebut, Kelly disebut sebagai pihak yang memberikan nomor kontak baru Aurelie kepada Boby, tanpa sepengetahuan dan persetujuannya. Tindakan inilah yang kemudian dipersepsikan sebagai bentuk pengkhianatan dan memicu kemarahan publik.
Sejak buku Broken String ramai diperbincangkan, sosok Kelly pun menjadi bahan spekulasi warganet.
Sejumlah pengguna media sosial mencoba menebak identitas asli tokoh tersebut, bahkan mengaitkannya dengan figur publik tertentu, salah satunya Kimberly Ryder.
Meski spekulasi tersebut berkembang luas, baik Aurelie Moeremans maupun Kimberly Ryder memilih untuk tidak memberikan tanggapan terkait dugaan yang beredar.
Aurelie sendiri sejak awal tidak pernah menyebutkan identitas asli Kelly secara gamblang, sesuai dengan pendekatan personal yang ia gunakan dalam buku memoarnya.
Belakangan, Aurelie membagikan perkembangan terbaru terkait sosok Kelly melalui unggahan di Instagram. Ia mengungkapkan bahwa Kelly telah menghubunginya secara langsung dan menyampaikan permintaan maaf.
Dalam pesan tersebut, Kelly disebut menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat jahat saat memberikan kontak Aurelie kepada Boby.
Peristiwa itu, menurut Kelly, terjadi karena kepolosan dan ketidaktahuan mereka yang saat itu masih sama-sama berusia remaja.
Kelly juga mengaku tidak menyangka bahwa kisah masa lalu tersebut akan dituangkan Aurelie dalam bentuk buku dan menjadi konsumsi publik.
“Update: Tokoh ‘Kelly’ menghubungiku dan meminta maaf. Ternyata memang tidak pernah ada niat jahat. Semuanya terjadi karena kepolosan kami saat itu. Kami sama-sama masih remaja,” tulis Aurelie.
Aurelie turut menegaskan bahwa dirinya sebenarnya telah lama memaafkan Kelly, bahkan jauh sebelum buku tersebut terbit. Ia menyadari bahwa pada usia yang masih belia, mereka belum sepenuhnya memahami dampak dan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.
“Sebenarnya aku sudah memaafkan sejak lama, tapi aku bersyukur akhirnya masa itu bisa terselesaikan dengan baik dan jelas,” lanjut Aurelie.
Bagi Aurelie, klarifikasi dan permintaan maaf tersebut menjadi penutup yang menenangkan bagi luka lama yang sempat terbuka kembali.
Ia merasa lega karena kisah masa lalunya kini dapat dibicarakan secara terbuka, tanpa menyisakan prasangka atau konflik yang berlarut-larut.
Kini, sosok Kelly dalam Broken String tidak lagi hanya dipandang sebagai figur kontroversial, tetapi juga sebagai gambaran kompleks tentang persahabatan, kepolosan remaja, dan keputusan yang diambil tanpa sepenuhnya memahami akibatnya.
Aurelie pun menyebut bahwa semua persoalan itu akhirnya menemukan titik terang, sekaligus menjadi bagian dari proses pendewasaan dirinya.
(Bangkapos.com/Tribun Style/Tribunnews Maker)