Sebut Guru Agus Menindas, Ketua OSIS SMK Tanjabtim Jambi Minta Dipindahkan Pasca Video Pengeroyokan
January 15, 2026 12:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebut guru Agus Saputra kerap menindas, Ketua OSIS SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi minta dipindahkan.

Pasca insiden pengeroyokan guru SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, Ketua OSIS sampaikan permintaan maaf.

Selain permintaan maaf, Ketua OSIS wanita dalam video yang diunggah akun Instagram @cicitvjambi menyebutkan jika para siswa meminta guru yang ada dalam video viral dipindahkan.

"Di sini saya sebagai Ketua OSIS di SMK 3 Tanjung Jabung Timur ingin menyampaikan permintaan maaf terhadap instansi yang terlibat, dengan tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru," kata dia, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @cicitvjambi, Rabu (14/1/2026) malam, dikutip Tribunjambi.com

Kata perwakilan siswa itu, pengeroyokan itu terjadi karena guru sering menindas siswanya.

"Hal tersebut terjadi karena oknum tersebut sering  menindas kami di SMK Negeri 3 Tajung Jabung Timur," lanjutnya.

"Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain, karena kami tidak nyaman beliau ada di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini," tutup perwakilan siswa yang juga ketua OSIS SMKN 3 Tanjab Timur tersebut.

Baca juga: Ketua OSIS SMK di Tanjab Timur Jambi Minta Maaf dan Minta Guru Agus Dipindah Pasca Pengeroyokan

Baca juga: Gubernur Jambi Al Haris Buka Gubernur Cup Futsal 2026: Cari Bibit Berprestasi, Sportivitas

Video pengeroyokan viral

Agus Suparta, guru SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dikeroyok sejumlah siswanya sendiri saat jam istirahat sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jambi, insiden itu diduga dipicu cekcok mulut antara guru dan siswa yang berawal dari ucapan guru yang dianggap menyinggung perasaan siswa dan orang tua mereka, hingga berujung pada aksi kekerasan fisik.

Kekerasan fisik di lingkungan sekolah itu terjadi di SMKN 3 Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur terjadi pada Selasa (13/1/2026).

Video kekerasan fisik pengajar dan siswa itu beredar di media sosial. 

Terlihat seorang guru laki-laki mengenakan seragam dinas warna cokelat menjadi sasaran amukan sejumlah siswa laki-laki. 

Diduga Berawal dari Kalimat

Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, peristiwa bermula dari ucapan guru bernama Agus Saputra yang diduga menyinggung perasaan siswa. 

Kalimat yang dilontarkan guru dianggap telah menghina orang tua siswa, sehingga memicu emosi beberapa siswa.

Cekcok mulut tak terhindarkan, hingga berujung pada aksi kekerasan fisik. 

Sejumlah siswa mengejar Agus Saputra tersebut sampai ke halaman sekolah lalu melakukan kekerasan fisik.

Situasi sempat memanas, sebelum guru-guru lain yang berada di lokasi melerai.

Para guru lalu membawa Agus Saputra ke sebuah ruangan untuk menghindari aksi lanjutan.

Lapor ke Dinas Pendidikan

Pascakejadian, Agus Saputra melaporkan peristiwa itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Saat diwawancarai Tribun Jambi, dia menuturkan kronologi tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Bermula saat dia ditegur seorang siswa dengan nada tidak sopan dari dalam kelas, sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, ketika proses belajar mengajar berlangsung.

"Dia menegur saya dengan kata-kata tidak pantas. Saat itu juga saya masuk ke kelas dan menanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu,” ujar Agus.

Menurut Agus, siswa tersebut mengaku dan menantangnya. 

Agus pun mengakui sempat menampar siswa itu satu kali secara refleks. 

Ketegangan kemudian berlanjut hingga jam istirahat dan siang hari. (*)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.