Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya : Kalimas Bisa Jadi Kanal Wisata Mirip Singapura
January 15, 2026 12:05 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya William Wirakusuma mendesak agar Pemkot Surabaya makin serius menggarap potensi wisata perairan di Surabaya.

Kalimas harus menjadi kanal wisata berkelas mirip Singapura.

Anggota Komisi D yang alumnus Technical University of Kaiserslautern Jerman itu mendesak agar Surabaya melakukan revitalisasi wisata air dan pantai. Yakni Kalimas dan Kenjeran.

"Potensi keduanya luar biasa," ujar William kepada surya.co.id, Kamis (15/1/2026).

Potensi Sungai Kalimas Layaknya Eropa

Ada potensi besar pada Sungai Kalimas untuk dikembangkan layaknya kanal-kanal di Eropa atau Singapura.

Baca juga: UPDATE Pria Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya, Tubuhnya Ditemukan 30 Meter dari Titik Awal Hilang

Selama ini Surabaya sudah menjadikan Kalimas jadi wisata air saat malam hari.

Pengunjung bisa menikmati perjalanan lembut naik perahu dengan aneka pencahayaan indah di sepanjang rute.

Namun William meyakini bisa lebih dari wisata ini.

Kalimas bukan hanya saluran air, tapi adalah pusat nadi wisata.

Penambahan armada perahu hias, panggung seni dan kuliner terapung, hingga pencahayaan artistik yang spektakuler bisa dieksplore lebih jauh.

Hidupkan Ekonomi Malam Hari

Di sepanjang bantaran sungai akan menghidupkan ekonomi malam hari (night economy) Surabaya.

"Surabaya unik dan kulinernya otentik. Ini harus diakselerasi," katanya.

Selain Kalimas ada Pantai Kenjeran dan Taman Suroboyo dengan Air Mancur menarinya.

Keduanya juga memiliki potensi besar untuk menghidupkan ekonomi warga pesisir Surabaya.

Namun saat ini masih belum bisa optimal menyedot perhatian pengunjung karena air mancur menari dengan pencahayaan indah belum setiap hari.

Integrasi Kawasan Kota Lama Surabaya

Surabaya juga ada memiliki wisata religi dan heritage yang luar biasa.

Kawasan Surabaya Utara (Jalan Karet, Kya-Kya, hingga Jembatan Merah serta kawasan Ampel) harus dikoneksikan secara fisik dan narasi.

William mengusulkan adanya jalur pedestrian yang ramah dan teduh bagi wisatawan serta insentif bagi pemilik gedung tua agar bersedia mengalihfungsikan bangunannya menjadi galeri, kafe, atau ruang kreatif tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Dia mendorong Pemkot Surabaya untuk melakukan akselerasi dalam pengembangan potensi wisata kota guna mendongkrak ekonomi dan memperkuat identitas Surabaya sebagai kota global.

Menurutnya, Surabaya memiliki modalitas yang unik yang tidak dimiliki kota lain, yakni perpaduan antara wisata sejarah (heritage), wisata sungai dan pantai, serta wisata kuliner yang autentik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.