TRIBUN-MEDAN.COM,- 28 Years Later: The Bone Temple adalah film horor pasca-apokaliptik tahun 2026, bagian kedua dari trilogi 28 Years Later setelah 28 Years Later dari tahun 2025.
Disutradarai oleh Nia DaCosta dan ditulis oleh Alex Garland, film ini memperluas dunia yang dipenuhi zombie dengan menekankan kebejatan manusia di atas ancaman yang terinfeksi.
Baca juga: Sinopsis Drama China Cinta Tersembunyi yang Kini Tayang di Trans 7
Film ini tayang di bioskop sekitar tanggal 16 Januari 2026, termasuk di Indonesia melalui XXI, CGV, dan Cinepolis.
Namun, ada yang menarik dari 28 Years Later: The Bone Temple ini.
Sebab, fokusnya tidak lagi pada zombi semata, melainkan pada pertarungan antarmanusia.
Beberapa pengamat film menyebut, bahwa 28 Years Later: The Bone Temple akan mengungkap bagaimana kebejatan manusia.
Baca juga: Sinopsis The Housemaid, Film Thriller Psikologis Penuh Misteri
28 Years Later: The Bone Temple mengungkap kisah suram tentang kebrutalan sekte dan ikatan tak terduga di dunia yang dilanda Virus Amarah, mengalihkan fokus dari zombie ke kejahatan manusia.
Cerita berpusat pada Spike (Alfie Williams), seorang anak muda dari zona aman di Holy Island yang nekat menjelajahi daratan utama penuh bahaya, didorong rasa penasaran terhadap Dr. Ian Kelson (Ralph Fiennes).
Baca juga: Sinopsis Greenland 2: Migration, Kisah Bertahan Hidup dari Bencana Dahsyat
Kelson, dokter eksentrik dengan kulit oranye dari perawatan iodine, membangun Bone Temple, monumen mengerikan dari tulang manusia sebagai penghormatan korban wabah.
Spike bertemu kelompok kekerasan dipimpin Sir Lord Jimmy Crystal (Jack O'Connell), pemimpin karismatik berpakaian mencolok dengan ideologi ekstrem yang menganggap zombie sebagai bagian dari kehidupan baru mereka.
Baca juga: Sinopsis Jejak Duka Diandra Beserta Daftar Lengkap Pemerannya
Konflik memuncak saat Spike terlibat dengan "Jimmys," kelompok brutal yang lebih berbahaya daripada infected, dengan kekerasan sebagai norma sehari-hari.
Dr. Kelson kontras sebagai figur misterius yang memahami infected, termasuk Alpha bernama Samson (Chi Lewis-Parry) yang menunjukkan sisa kesadaran manusiawi, membuat interaksinya mengerikan sekaligus menarik.
Baca juga: Sinopsis Perfect Crown, Drama Baru Byeon Woo Seok Hadir di Awal 2026
Bone Temple menjadi pusat ritual aneh, di mana Kelson memberikan obat halusinogen dan pertunjukan dramatis seperti lip-sync Iron Maiden sebelum segalanya runtuh.
Spike kabur dari kamp Jimmys setelah konfrontasi internal, bertemu infected yang diselamatkan Kelson menggunakan dart morfin, dan tiba di Bone Temple di mana ketegangan antar kelompok meledak.
Pertempuran meletus saat prajurit luar dan kultus bertabrakan, dengan pengkhianatan dari yang terinfeksi secara diam-diam, mengungkap infected yang berevolusi dan kultus yang tak membedakan manusia dengan monster.
Baca juga: Sinopsis Serial Drama Cina Sinarilah Aku atau Shine on Me, Ini Linknya
Kelson berusaha memahami virus sebagai ilusi psikosis, sementara Jimmy Crystal mempertahankan dominasi melalui kekerasan, menjadikan manusia sebagai ancaman terbesar.
Di dalam Bone Temple, baku tembak menghancurkan kuil tulang, memicu bangunnya sarang infected yang mengganggu komunikasi dan mengubah lokasi menjadi medan pembantaian.
Baca juga: Sinopsis The Carpenter Son, Horor Supernatural Thriller dari Keluarga Tukang Kayu
Spike dan sekutunya berjuang kabur ke helikopter, dengan pilihan moral dari Liza, anggota kultus yang menawarkan aliansi atau kematian.
Akhir menggantung dengan teori sekuel, menghubungkan tema kehancuran peradaban dari film sebelumnya, di mana ketidakmanusiaan penyintas lebih menakutkan daripada virus itu sendiri.(ray/tribun-medan.com)