Pemprov Sulteng Jalin Kerja Sama dengan ITB untuk Pengembangan SDM dan Infrastruktur
January 15, 2026 12:22 PM

TRIBUNPALU.COM, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur di wilayahnya. 

Pada Rabu (14/1/2026), ia mengadakan pertemuan strategis dengan pihak Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dipimpin langsung oleh Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, di Jakarta.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Pemprov Sulteng dan ITB dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan SDM yang berfokus pada kebutuhan pembangunan daerah.

Baca juga: Perjalanan Isra Miraj 16 Januari 2026: Ini Awal Mula Wajibnya Sholat Lima Waktu

Gubernur Anwar Hafid, yang didampingi beberapa pejabat terkait, seperti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Firmanzah DP, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulteng, Sandra Tobondo, mengungkapkan bahwa kerjasama ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

Anwar Hafid menekankan bahwa program unggulan Pemprov Sulteng, yaitu "Berani Cerdas," akan memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas SDM di Sulawesi Tengah.

Program ini, yang fokus pada pemberian beasiswa untuk anak-anak putus sekolah serta mahasiswa asal Sulteng yang berkuliah di seluruh Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi warga daerah.

"Saya berharap ITB dapat membuka ruang bagi anak-anak Sulawesi Tengah, terutama di bidang teknis seperti metalurgi, serta memberikan peluang bagi mereka yang memiliki potensi tinggi," ujar Anwar Hafid dalam keterangan resminya.

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Ajak ITB Kerja Sama Beasiswa dan Pengembangan SDM
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengikuti pertemuan dengan Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, beserta jajaran pimpinan kampus, untuk membahas kerjasama beasiswa pengembangan SDM Sulteng di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Gubernur Anwar Hafid juga berharap adanya kerja sama yang lebih erat antara Pemprov Sulteng dan ITB dalam bidang pengelolaan sumber daya alam, terutama dalam pengembangan industri pertambangan nikel yang masih membutuhkan banyak tenaga ahli. 

Baca juga: Suami Boiyen Muncul ke Publik, Bantah Isu Pisah Rumah dan Penggelapan Dana Investasi

"Kami juga berharap ITB bisa berkontribusi dalam riset dan pengembangan sektor pertambangan, serta mengatasi kekurangan SDM terampil di daerah kami," tambahnya.

Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyambut baik inisiatif ini dan menjelaskan bahwa ITB berkomitmen untuk mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan tinggi, riset, dan pengabdian masyarakat. "Kami ingin berkontribusi pada pembangunan daerah, baik melalui pendidikan, riset, maupun proyek pengabdian yang bermanfaat langsung bagi masyarakat di Sulawesi Tengah," kata Tatacipta.

Tatacipta juga menyoroti pentingnya kerjasama dalam pengembangan tata ruang serta kajian kerusakan rumah warga di daerah-daerah tertentu yang terdampak konflik agraria.

ITB siap memberikan dukungan teknis dan riset untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada, termasuk pengembangan teknologi pengolahan air tawar dari air laut, yang menjadi tantangan di wilayah pesisir Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, mengungkapkan bahwa ITB akan membuka kesempatan untuk mahasiswa asal Sulawesi Tengah untuk mengikuti seleksi masuk di kampus tersebut, termasuk melalui jalur beasiswa.

Baca juga: Mobil Damkar Morowali Terbalik di Jembatan Ipi Saat Menuju Kebakaran Matano

"ITB juga memiliki program metalurgi internasional yang bekerjasama dengan mitra di Australia dan industri di Morowali. Kami siap membantu pengembangan sektor ini bersama Pemprov Sulteng," ujar Irwan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kepala BRIDA Sulteng, Sandra Tobondo, berharap kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Sulteng dan ITB.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.