Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Kabupaten Maluku Tengah diproyeksikan bakal mencetak 1.500 hektar sawah di tahun 2026.
Ribuan hektar lahan sawah tersebut dicetak guna mendukung peningkatan Swasembada pangan.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Maluku Tengah, Arsad Slamat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (15/1/2026).
Tentu, langka ini merupakan satu dari beberapa skema penambahan luas tambah tanam (LTT) yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah ke Kementerian Pertanian.
"Pertama cetak sawah yang dialokasikan 1.500 hektar," ujar Arsad.
Arsad menyebut, saat ini sedang dilakukan survey, identifikasi dan desain (SID) oleh Universitas Pattimura (Unpatti).
Baca juga: Sikapi Tunggakan Gaji Pekerja, DPRD SBT Segera Panggil Manajemen PT. Karlez hingga SKK Migas
Baca juga: Dishub Kota Ambon Segera Tindak Parkir Liar di Depan Dian Pertiwi
"Dan mudah-mudahan usai dilakukan SID tahun 2026 akan dilakukan percetakan sawah untuk luas tanam di Kabupaten Maluku Tengah," terang Arsad.
Ditambahkan, selain penambahan cetak sawah, adapula rehabilitasi lahan yang telah terbengkalai.
"Yang mungkin selama ini sudah ditanami padi sawah namun telah terbengkalai," tuturnya.
Arsad menyebut, Pemerintah Daerah mengusulkan ke Kementerian Pertanian untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi lahan dan optimalisasi lahan.
Optimasi lahan yakni memanfaatkan lahan yang ditinggalkan oleh petani kemudian diberikan modal untuk membuka lahan guna memperluas area tanam padi.
Menurut laporan luas tanam dan luas panen komoditas tanaman pangan untuk dua musim tanam 2025, Kabupaten Maluku Tengah memiliki tiga komoditas unggulan.
Antara lain, komoditas padi sawah 6.000 hektar luas tanam dan 5.100 hektar luas panen.
Kedua, komoditas padi gogo 2.000 hektar luas tanam dan 1.950 luas panen, dan terakhir komoditas jagung memiliki luas tanam 4.000 hektar dan 2.275 luas panen. (*)