BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Bagi Marliana (53), hidup bukan sekadar tentang menjalani hari-hari, melainkan tentang seberapa besar mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Penyuluh Agama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, ini telah menjadikan kepedulian sosial sebagai jalan hidup.
Perempuan yang berdomisili di Jalan Bhakti, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari ini dikenal aktif di beberapa organisasi di antaranya menjadi Bendahara II Pengurus Pusat Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).
Kesibukannya bertambah beberapa pekan terakhir saat banjir melanda tiga kecamatan di Tala. Marliana nyaris tak mengenal hari libur. Dalam kapasitasnya sebagai pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Tala, ia turun langsung ke lapangan mendistribusikan nasi bungkus bagi warga terdampak. Nasi disiapkan oleh Dinas Sosial Tala melalui dapur umum, dimasak bersama para relawan, unsur SKPD, dan PMI.
Kepedulian juga ia tunjukkan pada Minggu (11/1/2026) di Gedung Majelis Taklim Rizky Az-Zikra, Jalan Bhakti RT 03. Di tempat yang ia dirikan pada 2022 ini, Marliana menyalurkan santunan bagi puluhan anak yatim, kaum duafa, fakir miskin, lansia, serta anak dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 20 anak yatim dan 25 anak dari keluarga kurang mampu menerima santunan uang tunai, sementara 35 fakir miskin dan lansia mendapatkan bantuan sembako berupa beras.
“Alhamdulillah saya dibantu uang. Hanya ucapan terimakasih yang dapat saya berikan dan doa,” ucap M Nusabiano, salah satu anak yatim yang mendapatkan santunan.
Pelajar kelas 10 di Pelaihari ini mengatakan uang tersebut teramat berarti baginya. Apalagi ia tak memiliki lagi ayah dan kini tulang punggung keluarga beralih pada sang ibu.
Selama sembilan tahun terakhir, Marliana konsisten menggelar kegiatan berbagi dua hingga tiga kali dalam setahun. Momentum bulan suci Ramadan bahkan menjadi agenda khusus, di mana santunan dikemas lebih luas melalui buka puasa bersama dan ceramah agama.
“Apa yang saya lakukan semata-mata panggilan hati untuk berbagi dengan sesama. Alhamdulillah, selalu ada jalan. Allah mencukupkan,” tutur Marliana, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Namanya Tak Disebut, Yasmin Atlet Menembak Kalsel Ini Berhasil Raih Emas SEA Games 2025 Thailand
Ia mengaku sering kali tak sendiri. Marliana kerap menjadi penghubung antara warga yang membutuhkan dengan dermawan.
Salah satu kisah yang paling membekas adalah saat melakukan bedah rumah janda lansia di Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumi Makmur. Perempuan sepuh ini berjualan ikan keliling untuk menghidupi tiga orang dewasa yang seluruhnya disabilitas. Seorang dengan gangguan mental, seorang tunagrahita, serta mantan menantu yang buta namun tetap ia tampung.
Ketika dermawan yang membiayai bedah rumah diajak Marliana meninjau lokasi pekan lalu, suasana haru pun pecah. Sang janda lansia tak kuasa menahan air mata.
Kiprah panjang dan konsisten Marliana akhirnya mendapat perhatian nasional. Pada Agustus 2025, Kementerian Agama melalui Bimas Islam menganugerahkan Penghargaan Penais Award 2025 kategori lifetime achievement.
Penghargaan ini diberikan kepada penyuluh agama yang dinilai berdedikasi, berinovasi, serta berkontribusi nyata dalam memperkuat kehidupan beragama dan pengentasan kemiskinan di tengah masyarakat.
Bagi Marliana, penghargaan tersebut bukan tujuan akhir. Ia justru memaknainya sebagai pengingat untuk terus berjalan di jalur kebaikan. “Hidup ini anugerah luar biasa dari Allah SWT. Selama masih diberi kemampuan, saya ingin terus berbagi,” ucapnya lirih. (banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)