Warga Nagan Raya Ditemukan Meninggal, Diduga Dimangsa Harimau
Tribun January 15, 2026 12:54 PM

Peristiwa tragis menimpa seorang warga Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Ibnu Hajar (64) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, hanya menyisakan tulang belulang di kawasan hutan setempat.

Korban diduga kuat menjadi mangsa harimau liar yang masih berkeliaran di wilayah tersebut.

Penemuan jasad korban terjadi pada Selasa (12/1/2026) setelah tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Darul Makmur, Koramil 05/Darul Makmur, BPBD Nagan Raya, serta masyarakat melakukan pencarian intensif selama kurang lebih empat jam.

Tim menyisir hutan dan aliran sungai hingga akhirnya menemukan beberapa bagian tubuh korban.

Kapolres Nagan Raya AKBP Benny Bathara melalui Kapolsek Darul Makmur Iptu Ade Haidir membenarkan temuan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa dugaan kuat korban meninggal dunia akibat serangan harimau, mengingat di lokasi ditemukan banyak jejak tapak kaki satwa buas tersebut.

“Beberapa bagian tubuh yang ditemukan hampir tidak menyisakan daging.

Dugaan kuat korban dimangsa harimau,” ujarnya.

Kronologi Korban Hilang

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban berangkat ke hutan pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dengan membawa sejumlah perlengkapan, termasuk parang, kain panjang, sejadah, sarung, serta jeriken berisi 30 liter minyak pertalite untuk mesin chainsaw.

Dalam perjalanan, ia sempat menumpang kendaraan warga yang biasa digunakan di medan berlumpur.

Pada Senin (5/1/2026), korban menginap di sebuah gubuk bersama dua rekannya, Hamzah dan Salman.

Keesokan harinya, ia berpamitan untuk pergi ke sungai mencari ikan yang berjarak sekitar 300 meter dari gubuk.

Tim gabungan dari TNI Polri saat membawa pulang tulang korban mangsa harimau, Nagan Raya
DIMANGSA HARIMAU - Tim gabungan dari TNI Polri saat membawa pulang tulang korban mangsa harimau di rumah duka di Desa Krueng Seumayam, Darul Makmur, Nagan Raya, Selasa (12/1/2026). (Serambinews.com/Dok Polsek)

Korban meninggalkan tas miliknya dengan pesan bahwa jika tas tersebut tidak ada, berarti ia sudah pulang ke kampung.

Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali.

Hamzah dan Salman kemudian keluar dari hutan dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta kepada istri korban. 

Karena korban tidak ditemukan, pihak keluarga akhirnya melaporkan ke kepolisian.

Penemuan Jejak Harimau

Pencarian resmi dilakukan pada Senin (12/1/2026).

Tim gabungan menemukan banyak jejak tapak kaki harimau di sekitar lokasi pencarian.

Tak lama kemudian, ditemukan tulang pangkal lengan kanan dan kiri serta bagian atas tengkorak manusia di beberapa titik.

Bagian tubuh tersebut diyakini kuat milik Ibnu Hajar.

Setelah pencarian lanjutan tidak membuahkan hasil, operasi dihentikan.

Tulang-tulang yang ditemukan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan fardhu kifayah oleh keluarga dan masyarakat setempat.

Kapolsek Darul Makmur mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di hutan.

Ancaman satwa liar, khususnya harimau, masih nyata di wilayah tersebut.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus berkoordinasi untuk mengantisipasi kejadian serupa.
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.