TRIBUNJAKARTA.COM - Kedatangan pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, ke Tanah Air disambut optimisme tinggi, termasuk oleh pengamat sepak bola nasional Haris Pardede.
Sosok yang akrab disapa Bung Harpa itu turut menyoroti fenomena menarik yang dinilainya bisa menjadi modal besar bagi John Herdman di Timnas Indonesia ke depan.
Dalam segmen Rapor Abroad yang diunggah di kanal YouTube pribadinya @BungHarpa, Rabu (14/1/2026), Bung Harpa menilai awal 2026 menghadirkan tren tak biasa.
Para pemain belakang Timnas Indonesia justru tampil subur mencetak gol bersama klubnya masing-masing di luar negeri.
“Ini menarik dan jarang terjadi. Bek-bek kita bukan cuma solid bertahan, tapi juga produktif. Ini bukan kebetulan, tapi sudah jadi tren,” ujar Bung Harpa, dikutip dari Wartakota, Kamis (15/1/2026).
Satu nama yang paling disorot adalah penampilan impresif Kevin Diks.
Bek yang memperkuat Borussia Monchengladbach itu mencetak gol dari titik penalti saat timnya menang telak 4-0 atas Augsburg di lanjutan Bundesliga.
“Kevin Diks ini starter di Bundesliga. Musim ini sudah tiga gol, dan kalau ditotal sepanjang kariernya 36 gol. Itu angka luar biasa untuk seorang defender,” kata Bung Harpa.
Selain Diks, Justin Hubner juga masuk dalam radar positif.
Bermain reguler bersama Fortuna Sittard sebagai bek kiri, Justin Hubner mencetak gol penting dalam laga derby dan dinilai menunjukkan perkembangan signifikan.
“Keputusan Justin Hubner pindah ke klub papan bawah itu tepat. Yang penting main. Dia dapat menit, mentalitasnya naik lagi, dan ini jadi modal besar buat Timnas,” ujarnya.
Tren bek produktif tersebut berlanjut dengan Elkan Baggott.
Bung Harpa menyoroti debut Baggott bersama tim senior Ipswich Town di ajang FA Cup.
Meski hanya tampil di menit akhir, kehadiran Elkan Baggott dianggap sebagai sinyal positif.
“Ini kabar bagus. Di level usia sebelumnya, Elkan juga sering cetak gol. Sekarang di senior, meski menitnya sedikit, ini tetap sinyal bahwa bek Timnas kita sedang ‘panen’,” ucap Bung Harpa.
Menurut Bung Harpa, fenomena ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi John Herdman, terutama dalam membangun tim yang kuat dalam situasi bola mati dan transisi menyerang.
Namun, di balik kabar positif dari sektor belakang, Bung Harpa tetap mengingatkan adanya pekerjaan rumah di lini depan.
Ia menilai Timnas Indonesia masih membutuhkan sosok penyerang seperti Ole Romeny, meski menit bermainnya di Oxford United menurun pasca-cedera.
“Kita masih kekurangan penyerang dengan karakter target man. Ole ini memang bukan nomor 9 murni, tapi sangat bisa difungsikan. Yang perlu dijaga adalah menit bermain dan kebugarannya,” jelasnya.
Dengan bek-bek yang kian matang dan produktif di luar negeri, serta kehadiran pelatih berpengalaman seperti John Herdman, Timnas Indonesia dinilai memiliki fondasi yang menjanjikan.
Tantangannya kini adalah bagaimana semua potensi tersebut diramu menjadi kekuatan nyata di lapangan.